Jumat, Juli 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

13 Juta Ton Plastik Terbuang ke Lautan

redaksi
29 Juni 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
13 Juta Ton Plastik Terbuang ke Lautan

Sampah plastik di pinggiran pantai. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Sebanyak 13 juta ton sampah plastik terbuang ke lautan. United Nations Development Programme – UNDP (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan) memperkirakan 13 juta ton sampah plastik tersebut berdampak mengganggu lingkungan hidup di seluruh dunia setiap tahunnya.

Karena itu, Kementerian Perindustrian bersama UNDP mengajak seluruh pihak di Indonesia agar bisa saling bersinergi melakukan tindakan dalam mengurangi polusi plastik. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan penanganan sampah plastik ini merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Secara garis besar, menurut Ngakan, dapat dilakukan tiga cara dalam upaya menekan sampah plastik. Pertama, meminimalisir penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai, kedua menggunakan material alternatif yang lebih mudah terurai. Ketiga, melakukan daur ulang sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi.

Untuk mengurangi sampah kantong plastik, penggunaan plastik urai hayati (biodegradable plastic) bisa menjadi salah satu solusi. Namun itu belum begitu popular di kalangan non-retail. Harganya dianggap masih relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan plastik konvensional.

Tidak hanya teknologi plastik urai hayati saja yang menjanjikan perubahan pola konsumsi plastik di masyarakat. Kemasan siap makan (edible coating) juga mulai berkembang dan digunakan.

Kemasan tersebut sifat materialnya seperti plastik dan berfungsi seperti plastik yang lazim digunakan pada industri makanan. Bahan edible coating ini biasanya dari material nabati seperti tapioka yang dipastikan lebih ramah lingkungan, dan tentunya bisa dimakan (edible).

Teknologi di masa depan akan dapat membantu memecahkan masalah plastik. Namun memasukkan plastik ke dalam circular economy merupakan salah satu solusi tercepat saat ini. “Contoh sederhana peran masyarakat dalam circular economy tersebut dengan membawa kemasan sisa produk atau produk yang tidak terpakai ke dalam collecting point,” kata Ngakan dalam siaran pers Kemenperin.

Ngakan menyebutkan, salah satu merek kosmetika ternama telah memberikan reward berupa poin kepada konsumen yang mengembalikan kemasan kosmetik bekas pakai. Poin tersebut yang bisa ditukarkan dalam rupiah yang bisa dibelanjakan kembali untuk produk-produk dari merk tersebut.

Inisiasi lainnya adalah pengurangan sedotan plastik yang sedang digalakkan franchise restoran cepat saji terkenal di Indonesia. Gerakan tersebut menciptakan peluang baru, yakni pembuatan sedotan yang bisa dipakai berkali-kali, yang ternyata juga melahirkan kreativitas. “Sekarang sudah ada yang menjual sedotan berbahan logam atau bambu, bahkan desainnya banyak yang unik,” ujar Ngakan.

Senior Programme Manager UNDP Indonesia, Anton Sri Probiyantono menjelaskan risiko yang ditimbulkan polusi plastik terhadap lingkungan hidup dan kesehatan manusia telah mendorong masyarakat internasional untuk bertindak melalui gerakan global “Beat Plastic Pollution” dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni.

“Kami ingin mendorong semua orang untuk mulai melakukan sesuatu yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelamatkan lingkungan hidup,” ujarnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup (Puslitbang IHLH) Kemenperin Teddy Caster Sianturi, mengatakan plastik merupakan hasil revolusi industri yang memegang peranan penting dalam merevolusi hidup manusia. Plastik berperan dalam segala bidang mulai dari otomotif, elektronika, pangan, dan masih banyak lagi.

Teddy mengatakan, salah jika mengatakan “bye bye plastic”, karena yang diperlukan adalah bagaimana memanajemen sampah plastik. Membakar plastik adalah tindakan yang salah. Pembakaran plastik malah bisa menimbulkan senyawa dioksin dan furan yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya berkomitmen mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, salah satunya melalui produsen biodegradable plastic untuk meningkatkan produksinya. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pelestarian lingkungan hidup.

Untuk itu, Menperin memacu peningkatan produksi biodegradable plastic hingga lima persen dari jumlah kapasitas nasional saat ini sebesar 200 ribu ton per tahun untuk menggantikan plastik konvensional yang tidak ramah lingkungan. Sementara itu, konsumsi plastik di Indonesia mencapai lima juta ton per tahun, dan baru 50 persen yang bisa dipenuhi dari industri dalam negeri.

Terlebih lagi, Pemerintah Indonesia tengah gencar mendorong konsep ekonomi sirkular dengan prinsip yang dikenal sebagai 5R. Prinsip ini antara lain dilakukan melalui reduce atau pengurangan pemakaian material mentah dari alam.

Melalui prinsip reuse atau optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali, daur ulang (recycle), perolehan kembali (recovery), dan perbaikan (repair). Melalui prinsip-prinsip tersebut ekstraksi material mentah dari alam jauh lebih efektif dan efisien. Selain itu limbah juga dapat dikurangi.*

Tags: Kemenperinsampah plastikUNDP
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Paus Melon yang Kian Berkurang

Next Post

BMKG Tingkatkan Akurasi Prakiraan Iklim dan Cuaca Maritim

Postingan Terkait

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

29 Juni 2026
Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

17 Juni 2026

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Next Post
BMKG Tingkatkan Akurasi Prakiraan Iklim dan Cuaca Maritim

BMKG Tingkatkan Akurasi Prakiraan Iklim dan Cuaca Maritim

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

AmsiNews

REKOMENDASI

Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

Kapal Angkatan Laut China Dukung Evakuasi KRI Naggala-402

Tanah Longsor Mengubur 2.000 Orang di Papua Nugini

Indonesia Paling Tinggi Kesadaran Mengenai Isu Sampah

UNG Berikan Penguatan untuk Operator Program Studi

Satu Korban Tug Boat Fortunisius 101 Ditemukan di Perairan Bunyu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.