Minggu, April 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Sampah di Kepulauan Seribu Telah Diteliti Sejak 1985

redaksi
10 Desember 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Kepulauan Seribu

Dinas Lingkungan Hidup dan Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad membersihkan sampah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, November 2018. FOTO: FOTO: LINGKUNGANHIDUP.JAKARTA.GO.ID

Kategori sampah anorganik yang diteliti berupa botol plastik, botol plastik lain (soft drink dan kosmetika), botol gelas, cawan plastik, sandal jepit (termasuk celana dalam nilon), sepatu, potongan busa plastik putih dan coklat.

Selain itu kantong plastik, kaleng aerosol dan bir, sisa alat tangkap ikan seperti jaring dan tali yang dibuang, bekas lampu listrik, potongan kardus, alat suntik dan ampul.

Pada penelitian 1985, lokasi pengamatan berada di 24 pulau. Kemudian tahun 1995 di 23 pulau dan 2005 di 18 pulau-pulau kecil.

Sebagian besar pulau-pulau kecil ini berada di Teluk Jakarta, pesisir utara Banten dan Jawa Barat. Dari penelitian periode ketiga jumlah terbanyak adalah kantong plastik (53,4 persen). Kemudian busa plastik putih, sandal jepit, cangkir dan jaring ikan. Jumlah total temuan 11.501 potong.

Penelitian pada 1995, sampah yang ditemukan sebanyak 33.903 potong. Tertinggi yang ditemukan busa plastik putih, sebanyak 12.978 potong. Pada 1985, sampah paling tinggi kantong plastik mencapai 42 persen.

Sumber sampah terbesar di perairan Kepulauan Seribu berasal dari daratan Pulau Jawa, terutama Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Sumber lain berasal dari pemukiman di pulau-pulau, resort dan buangan sampah dari kapal yang melewati perairan Kepulauan Seribu.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: Kepulauan SeribuP2O LIPIsampah plastik
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Gerebek Sampah di Pulau Pari

Next Post

33 Tahun Lalu Sampah Sandal Jepit Sudah Mendominasi Pesisir

Postingan Terkait

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

17 April 2026
1 Miliar Ton Makanan Terbuang Sia-sia

Limbah Makanan Meningkat, Ratusan Juta Orang Menghadapi Kelaparan

31 Maret 2026

PBB Menobatkan 20 Kota Terpilih di Dunia Menuju Nol Limbah, Salah Satunya Kuala Lumpur Malaysia

Israel-AS Serang Depot Minyak di Teheran yang Bukan untuk Penggunaan Militer

Penelitian Terbaru Mikroplastik di Perairan Indonesia Ditemukan di Kedalaman 2 Kilometer

INC Pilih Ketua Baru untuk Memimpin Negosiasi Perjanjian Global Tentang Polusi Plastik

Keberlanjutan Pariwisata Tak Dapat Dipisahkan Dari Pengelolaan Sampah yang Baik

Wamenpar: 2.000 Desa di Indonesia Kembangkan Kegiatan Wisata Bahari

Next Post
Kepulauan Seribu

33 Tahun Lalu Sampah Sandal Jepit Sudah Mendominasi Pesisir

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengenal Protokol Nagoya

Terumbu Karang di Beberapa Titik Pengamatan di Bone Bolango Rusak

UNG Berhasil Tingakatkan Kualitas Mutu Akademik

Dosen IPB University Bahas Lobster, Kepiting, dan Rajungan

Kepercayaan Publik Terhadap Media Pers Membaik

AMSI dan UNESCO Dorong Tata Kelola Ruang Digital yang Demokratis dan Berbasis HAM

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.