Kategori sampah anorganik yang diteliti berupa botol plastik, botol plastik lain (soft drink dan kosmetika), botol gelas, cawan plastik, sandal jepit (termasuk celana dalam nilon), sepatu, potongan busa plastik putih dan coklat.
Selain itu kantong plastik, kaleng aerosol dan bir, sisa alat tangkap ikan seperti jaring dan tali yang dibuang, bekas lampu listrik, potongan kardus, alat suntik dan ampul.
Pada penelitian 1985, lokasi pengamatan berada di 24 pulau. Kemudian tahun 1995 di 23 pulau dan 2005 di 18 pulau-pulau kecil.
Sebagian besar pulau-pulau kecil ini berada di Teluk Jakarta, pesisir utara Banten dan Jawa Barat. Dari penelitian periode ketiga jumlah terbanyak adalah kantong plastik (53,4 persen). Kemudian busa plastik putih, sandal jepit, cangkir dan jaring ikan. Jumlah total temuan 11.501 potong.
Penelitian pada 1995, sampah yang ditemukan sebanyak 33.903 potong. Tertinggi yang ditemukan busa plastik putih, sebanyak 12.978 potong. Pada 1985, sampah paling tinggi kantong plastik mencapai 42 persen.
Sumber sampah terbesar di perairan Kepulauan Seribu berasal dari daratan Pulau Jawa, terutama Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Sumber lain berasal dari pemukiman di pulau-pulau, resort dan buangan sampah dari kapal yang melewati perairan Kepulauan Seribu.*





Komentar tentang post