Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Sampah di Kepulauan Seribu Telah Diteliti Sejak 1985

redaksi
10 Desember 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Kepulauan Seribu

Dinas Lingkungan Hidup dan Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad membersihkan sampah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, November 2018. FOTO: FOTO: LINGKUNGANHIDUP.JAKARTA.GO.ID

PENELITI senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Suharsono mengatakan, penelitian sampah di Kepulauan Seribu, Jakarta, sudah dilakukan sejak 1985.

Penelitian ini dilakukan Lembaga Oseanologi Nasional (LON) LIPI – kini Pusat Penelitian Oseanografi (P2O-LIPI).

“LIPI sudah memonitor sampah di Kepulauan Seribu sejak 1985, termasuk buangan minyak,” kata Suharsono kepada Darilaut.id.

Penelitian sampah di Kepulauan Seribu mulai dilakukan pada 1985. Penelitian dekade kedua berlangsung tahun 1995. Selanjutnya, September 2005, dilakukan penelitian dekade ketiga.

Penelitian 2005 di Kepulauan Seribu, dilakukan Muhammad Abrar dan Ricoh Manogar Siringoringo. Hasilnya, jumlah sampah anorganik terbanyak adalah kantong plastik (53,4 persen). Terbanyak kedua, busa plastik putih dan ketiga sandal jepit. Kemudian, cangkir dan jaring ikan.

Penelitian ini dengan judul “Struktur, Kelimpahan dan Sebaran Sampah Anorganik di Perairan Kepulauan Seribu Jakarta Dampak dan Bentuk Pemanfaatannya”.

Kepulauan Seribu

Penelitian September 2005, dibatasi pada sampah anorganik di pulau-pulau yang telah dilakukan pengamatan sebelumnya.

Dalam penelitian ini, yang digunakan metode transek garis. Caranya, rol meter ditarik 50 meter sepanjang garis pantai. Pengamatan dan pencatatan dilakukan satu meter kiri dan kanan, sepanjang 50 meter.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Kepulauan SeribuP2O LIPIsampah plastik
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Gerebek Sampah di Pulau Pari

Next Post

33 Tahun Lalu Sampah Sandal Jepit Sudah Mendominasi Pesisir

Postingan Terkait

Terjerat Impor Ikan

Konsumsi Ikan yang Tercemar Timbal Mengganggu Fungsi Organ dan Reproduksi

19 Oktober 2026
Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

7 Oktober 2026

Jejak Sampah Dari Sungai ke Laut

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

Next Post
Kepulauan Seribu

33 Tahun Lalu Sampah Sandal Jepit Sudah Mendominasi Pesisir

Komentar tentang post

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Terancam Punah, PBB Delakrasi Hari Internasional Macan Tutul Arab

Bibit Siklon Tropis 97P Berkembang di Laut Arafura

BKKPN Kupang dan Kelompok Camar Laut Lepas Penyu Hijau dan 964 Tukik

Kota-kota Menjadi Tempat Berlindung yang Aman Bagi Burung Migran

IPB University dan UNG Kerja Sama Peningkatan Reputasi Akademik dan Publikasi Ilmiah

Petugas Evakuasi Korban Meninggal Gempa Tojo Una-Una, Sejumlah Warga Mengungsi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.