“Agar hal itu berhasil, tata kelola sumberdaya perikanan dan kelautan ini harus didukung oleh kajian ilmu interdisipliner yang mengintegrasikan ilmu sosial dan alam, serta para pengambil keputusan,” kata Murwantoko seperti dikutip ugm.ac.id.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Departemen Perikanan UGM dengan Integerated Marine Biosphere Research, The North Pacific Marine Science Organization (PICES), Institute of Marine Research (IMR) dan State Key Laboratory of Estuarine and Coastal Research (SKLEC). Selain itu, Korean Institute of Ocean Science and Technology (KIOST), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).*





Komentar tentang post