Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kesehatan

Tanaman untuk Mengobati Diabetes

redaksi
8 Februari 2021
Kategori : Kesehatan
0
Tanaman untuk Mengobati Diabetes

FOTO: LIPI.GO.ID

Darilaut – Banyak tanaman tropis yang dapat digunakan untuk pengobatan. Obat-obatan herbal yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit dan gangguan klinis.

Tanaman-tanaman tropis dikenal banyak memiliki kandungan obat. Ragam dan jumlah sangat banyak sangat banyak.

Namun pengetahuan ilmiah yang tersedia relatif sedikit mengungkap tentang cara kerja, molekul spesifik yang terlibat, dan dosis efektif yang tepat.

Seperti dilansir Lipi.go.id penelitian ilmiah terhadap tanaman tropis untuk pengobatan ini dapat dimulai dengan meneliti satu area, seperti contohnya Bali.

Di Pulau Dewata ini, terdapat banyak tanaman tropis yang sudah lama digunakan oleh penduduk setempat untuk pengobatan. Orang Bali yang melakukan pengobatan tradisional disebut dengan usada oleh penduduk setempat.

Istilah ini berasal dari bahasa sanskerta ausadhi yang berarti tanaman untuk pengobatan. Pengetahuan mengenai usada ini berasal dari India dan menyebar ke Bali pada abad ke-5.

Sebagai obat untuk gejala diabetes, ada beberapa tanaman yang biasa digunakan. Satu di antaranya adalah Aerva sanguinolenta yang lebih dikenal dengan bayam barak oleh masyarakat Bali, atau sambang colok.

Tanaman ini merupakan belukar yang mudah dikenali karena warna daunnya yang merah keunguan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: LIPIobat-obatan
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Tarsius Rambut Putih Dari Minahasa

Next Post

Kapal Nur Allya Mengalami Likuifaksi

Postingan Terkait

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

15 September 2026
Yayasan Bumi Tangguh Salurkan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Yayasan Bumi Tangguh Salurkan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

15 September 2026

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Virus Ebola Kian Cepat Menyebar

Ebola Mengganas, Setiap 30 Menit Satu Orang Tewas

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Next Post
Kapal Nur Allya Mengalami Likuifaksi

Kapal Nur Allya Mengalami Likuifaksi

Komentar tentang post

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Kuda Laut Kerap Diburu untuk Obat Tradisional

Longsor, Banjir dan Angin Kencang Menerjang Padang Pariaman, Kaur dan Aceh Barat

Menteri Nadiem Apresiasi UNG Tuan Rumah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2024

Sejumlah Negara Mengalami Panas Ekstrem

Kapal Bersejarah Penjelajah Antartika “Endurance” Ditemukan di Kedalaman 3008 Meter

Tim SAR Hentikan Pencarian 6 Korban Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.