Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jeritan Nelayan Indonesia di Kapal Ikan China di Perairan Galapagos

redaksi
30 September 2021
Kategori : Berita
0
Jeritan Nelayan Indonesia di Kapal Ikan China di Perairan Galapagos

Sejumlah nelayan asal Indonesia terjebak di kapal penangkap ikan China, Chang Tai 802. FOTO: SEASHEPHERD/AP

Darilaut – Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) ditemukan bekerja di kapal perikanan China yang beroperasi di perairan Galapagos.

Mengutip Sea Shepherd, saat diwawancarai seorang nelayan Indonesia di atas kapal Chang Tai 802, mengatakan kepada wartawan dan awak Sea Shepherd, telah terjebak di kapal itu dalam waktu lama.

“Saya ingin pulang,” kata nelayan ini.

Hampir satu setengah tahun setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi global, nelayan itu bertanya kepada wartawan Associated Press, apakah virus itu sudah sampai di Amerika Serikat – berapa lama nelayan ini berada di laut.

Mengutip Associated Press, saat matahari akan terbenam, awak kapal Ocean Warrior berangkat dengan sampan untuk memeriksa dari kapal ikan Chang Tai 802.

Kapal ini salah satu dari 39 kapal yang dicurigai melakukan kerja paksa. Hal ini berdasarkan laporan Mei 2021 oleh Greenpeace yang mencatat adanya keluhan para pekerja kepada pihak berwenang Indonesia.

Terdapat enam pria semuanya orang Indonesia, berkumpul di buritan Chang Tai. Mereka tampak ramah dan terhibur melihat ada orang lain.

“Saya terjebak di sini,” katanya.

Seorang supervisor China muncul dan tampak kesal. Kemudian memerintahkan nelayan Indonesia ini untuk bekerja kembali.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Cumi-cumiGreenpeaceKapal Ikan ChinaKepulauan GalapagosPerlindungan awak kapal perikananSea Shepherd
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kapal Ikan China Masih Merayau di Perairan Kepulauan Galapagos

Next Post

Kapal Ikan Malaysia Ditangkap di WPP 571

Postingan Terkait

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

21 April 2026

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Next Post
Kapal Ikan Malaysia Ditangkap di WPP 571

Kapal Ikan Malaysia Ditangkap di WPP 571

Komentar tentang post

TERBARU

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

AmsiNews

REKOMENDASI

Lebih Dari 4 Juta Orang Terdampak Topan Kalmaegi di Filipina dan Vietnam, Korban Tewas 209 Orang

Bakamla Ikut Membantu Kapal MV Shahraz yang Kandas di Perairan Batam

Paus Sperma 8 Meter Terdampar di NTT, Ada yang Dipotong dan Dijual

Penguatan Substansi Perubahan Undang-Undang Kelautan

Banjir yang Terjadi Dalam 3 Hari di Indonesia

Hujan Berpotensi Terjadi 23-28 Agustus di Sebagian Wilayah Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.