Jumat, Juli 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Diselamatkan Kapal Vietnam dan Berada di Malaysia, Nelayan Anambas Kembali ke Indonesia

redaksi
4 April 2022
Kategori : Berita
0
Diselamatkan Kapal Vietnam dan Berada di Malaysia, Nelayan Anambas Kembali ke Indonesia

Nelayan Anambas. FOTO: KEMLU

Darilaut – Lima nelayan Indonesia asal Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, akhirnya dapat kembali ke kampung halamannya setelah berada di Terengganu, Malaysia.

Kelima nelayan tersebut diselamatkan kapal berbendera Vietnam karena perahu yang digunakan unruk menangkap ikan tenggelam.

Nelayan tersebut masing-masing Jumadi, Mazli, Buhari, Arifin, dan Ridwan. Pada 8 Maret lalu, warga Kepulauan Anambas ini pergi menangkap ikan di laut.

Nahas, cuaca buruk membuat mesin perahu rusak dan karam. Kelima nelayan tersebut, terombang ambing selama satu malam di laut.

Mereka hanya berpegangan pada galon air untuk bisa mengambang.

Saat terombang-ambing, mereka menemukan anjungan minyak lepas pantai yang sudah tidak beroperasi.

Ditempat ini mereka mengambil sisa-sisa makanan yang ada di situ, sekaligus menjadikan tempat itu untuk bernaung.

Mereka akhirnya diselamatkan kapal berbendera Vietnam. Kemudian, kapal Vietnam ini membawa lima nelayan tersebut ke anjungan minyak lain milik Petronas Malaysia.

Lima nelayan ini ditampung sementara di anjungan milik Petronas Malaysia. Setelah itu dibawa ke negeri Terengganu untuk diserahkan kepada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) setempat.

Sesuai prosedur, pihak APMM melakukan pemeriksaan terhadap kelima nelayan, untuk memastikan mereka tidak dengan sengaja melanggar batas negara dan melakukan illegal, unregulated, and unreported (IUU) fishing di wilayah perairan Malaysia.
Akhirnya, kelima nelayan tersebut dibebaskan dengan alasan kemanusiaan akibat kejadian force majeure yang menimpa mereka, Jumat (1/4).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AnambasKapal TenggelamKepulauan RiauMalaysiaNelayanVietnam
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Survei Korea-Indonesia MTCRC Dukungan untuk Kebijakan Wilayah Laut Cirebon

Next Post

Membatasi Pemanasan Global Butuh Transisi di Sektor Energi

Postingan Terkait

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

23 Juli 2026
Pembangunan Dermaga Tambang Nikel di Morowali Tanpa Izin Pemanfaatan Ruang Laut

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

23 Juli 2026

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

Dewan Keamanan PBB Bahas Mineral Kritis, Khawatir Dikendalikan Kelompok Bersenjata dan Ilegal

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

Next Post
Semua Bentuk Pencemaran Pelanggaran Terhadap Hak Asasi Manusia

Membatasi Pemanasan Global Butuh Transisi di Sektor Energi

Komentar tentang post

TERBARU

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

AmsiNews

REKOMENDASI

Pecahkan Rekor di Tata Surya, Jumlah Bulan Jupiter Menjadi 92

Luas Kawasan Konservasi Laut Indonesia Saat Ini 30,99 juta hektare

Memotret Sampah Plastik di Pantai Losari

Semasa Hidup Beragam Penghargaan Diraih Jakob Oetama

Tanggulangi Banjir Perlu Ketegasan Pemimpin di Daerah

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.