Darilaut – Bencana yang melanda Sumatra baru-baru ini kembali menegaskan urgensi modernisasi sistem peringatan dini, penguatan infrastruktur, dan penataan ulang tata kelola risiko bencana di Indonesia. Selain dipicu faktor iklim ekstrem, kerusakan lingkungan turut memperparah dampak yang ditimbulkan, sehingga diperlukan respons nasional yang lebih terstruktur dan berbasis riset.
Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Iwan Ridwansyah, menekankan pentingnya percepatan modernisasi sistem mitigasi bencana dalam webinar ORKM Seri: Ketika Indonesia Diguncang Siklon Tropis: Pembelajaran Bersama dan Kesiapsiagaan, Selasa (09/12).
Menurutnya, negara-negara maju telah jauh lebih siap menghadapi bencana siklon karena memiliki teknologi tinggi, protokol standar, serta edukasi publik yang kuat.
Iwan membandingkan kemampuan Indonesia dengan Jepang dan Amerika Serikat, khususnya dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).
“Dari aspek peringatan dini, kita masih berada pada level sedang. Sementara Jepang dan Amerika sudah berada pada kategori sangat maju,” ujar Iwan.
Ketidakkonsistenan proses evakuasi juga menjadi perhatian. Ia menyoroti masih banyak daerah yang belum memiliki shelter evakuasi yang jelas, aman, dan dihitung berdasarkan potensi bencana secara detail.




