Rabu, Juli 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Orca

Jepang: Hentikan Perburuan Paus

redaksi
7 Januari 2019
Kategori : Orca
0
Paus Minke

FOTO: SEA SHEPHERD

“There is no commercial, cultural or scientific justification for killing these magnificent creatures,” demikian petikan pendapat Nytimes.com, 31 Desember 2018.

Editorial Nytimes.com menyoroti keluarnya Jepang dari the International Whaling Commission (IWC, Komisi Penangkapan Paus Internasional).

Argumen Jepang bahwa komisi dibentuk pada 1946 untuk mengelola perburuan paus komersial, bukan untuk melarangnya.

Setelah populasi paus global anjlok pada 1970-an, IWC memerintahkan moratorium yang mulai berlaku pada 1986 dan berupaya meneruskannya tanpa batas waktu. Meskipun ada lobi intensif oleh Jepang dan negara – negara lain yang membela perburuan paus komersial, terutama Norwegia dan Islandia.

Pada kenyataannya, Jepang selalu mengabaikan moratorium, menggunakan celah yang “penelitian ilmiah” untuk terus membantai ribuan paus minke, fin dan sperma yang jauh dari pantai Jepang dan menjual daging mereka di pasar domestik.

Perburuan paus untuk makanan dan minyak memang memiliki sejarah di Jepang. Pada tahun-tahun setelah Perang Dunia II, daging paus memiliki tempat utama dalam makanan negara tersebut.

Selera Jepang untuk daging paus telah menurun tajam selama beberapa dekade. Sebuah survei yang dilakukan pada 2012 oleh Pusat Penelitian Nippon menemukan bahwa hampir 90 persen orang Jepang tidak membeli daging paus pada tahun. Hanya sekitar seperempat orang Jepang mendukung perburuan paus.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IWCJepangPerburuan Paus
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Perburuan Paus di Jepang Bisa Mengganggu Olimpiade

Next Post

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Taliabu

Postingan Terkait

Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

15 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Dua Paus Orca Bermain Dekat Rumpon Nelayan Gorontalo di Teluk Tomini

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Next Post
Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Taliabu

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Taliabu

Komentar tentang post

TERBARU

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

AmsiNews

REKOMENDASI

Memilih Adalah Hak, Cek Terdaftar Sebagai Pemilih dan Lokasi TPS

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

ABK yang Bekerja di Kapal Ikan Berbendera China Meninggal Karena Sakit

Minyak Hitam Cemari Pulau Bintan

Badai Djoungou di Samudra Hindia Akan Meningkat Menjadi Topan

Kepercayaan Publik Terhadap Media Pers Membaik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.