Selasa, Oktober 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

13 Proses Ina-CBT, Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Sensor

redaksi
20 Agustus 2022
Kategori : Berita
0
InaBuoy di Selatan Bali Tidak Terdeteksi dan Dinyatakan Hilang

Pada 6 Mei 2021 InaBuoy yang dipasang di Selatan Bali tidak terdeteksi oleh sistem penerima data yang ada di BPPT dan dinyatakan hilang. FOTO: BPPT

Pemanfaatan kabel fiber optik yang ada di Indonesia tidak hanya untuk kepentingan komunikasi tapi bisa untuk sensing salah satunya mendeteksi tsunami. Bahkan bisa memberikan informasi mengenai lingkungan di bawah laut.

Menurut Yusuf riset ini bertujuan untuk memanfaatkan kabel fiber optik yang sudah ada atau existing dengan memberikan fitur tambahan tidak hanya komunikasi. Tetapi untuk mendeteksi hal-hal yang terjadi di bawah laut termasuk gempa, pergerakan ikan, aliran air laut, dan lain-lain yang penting untuk diolah lebih lanjut dalam pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah.

Riset ini merupakan sebuah kebaruan, bahkan menjadi hal pertama di Indonesia. Desain Ina-CBT merupakan riset pengembangan alat sensor dengan didesain oleh periset Indonesia dapat diimplementasikan di laut dalam. Hal ini merupakan inovasi yang pertama di Indonesia.

Yusuf mengatakan menjadi inovasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, maka riset ini dapat mengarah pada pembuatan kepemilikan hak kekayaan intelektual (HKI) baik secara nasional dan global.

Selanjutnya dapat dilisensikan dan dikomersialisasikan teknologinya ke mitra sehingga dapat memberikan manfaat secara khusus untuk Indonesia sebagai negara kepulauan di ekuator dan di antara patahan aktif dan bahkan untuk negara-negara lainnya di dunia.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: BRINIna-CBTMitigasi BencanaPeringatan Tsunamitsunami
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

UMKM Tumpuan Perekonomian Kota Gorontalo

Next Post

Sebelum Tertular Monkeypox Pasien Pertama di Indonesia Bepergian ke Luar Negeri

Postingan Terkait

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

6 Oktober 2026
Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

5 Oktober 2026

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Next Post
WHO Memperluas Pengawasan Penyakit Monkeypox

Sebelum Tertular Monkeypox Pasien Pertama di Indonesia Bepergian ke Luar Negeri

Komentar tentang post

TERBARU

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

AmsiNews

REKOMENDASI

Musim Hujan, Waspadai Potensi Banjir

Penyu dari Indonesia Ini Sering ke California

Lumba-lumba Masuk Empang di Maros, Jarak 5 Kilometer Dari Laut

Monsun Asia dan Gelombang Ekuator Masih Memengaruhi Kondisi Cuaca di Indonesia

Warga Terkejut, Seekor Paus Biru Panjang 20 Meter Mendekati Pantai Botubarani Gorontalo

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.