Pemanfaatan kabel fiber optik yang ada di Indonesia tidak hanya untuk kepentingan komunikasi tapi bisa untuk sensing salah satunya mendeteksi tsunami. Bahkan bisa memberikan informasi mengenai lingkungan di bawah laut.
Menurut Yusuf riset ini bertujuan untuk memanfaatkan kabel fiber optik yang sudah ada atau existing dengan memberikan fitur tambahan tidak hanya komunikasi. Tetapi untuk mendeteksi hal-hal yang terjadi di bawah laut termasuk gempa, pergerakan ikan, aliran air laut, dan lain-lain yang penting untuk diolah lebih lanjut dalam pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah.
Riset ini merupakan sebuah kebaruan, bahkan menjadi hal pertama di Indonesia. Desain Ina-CBT merupakan riset pengembangan alat sensor dengan didesain oleh periset Indonesia dapat diimplementasikan di laut dalam. Hal ini merupakan inovasi yang pertama di Indonesia.
Yusuf mengatakan menjadi inovasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, maka riset ini dapat mengarah pada pembuatan kepemilikan hak kekayaan intelektual (HKI) baik secara nasional dan global.
Selanjutnya dapat dilisensikan dan dikomersialisasikan teknologinya ke mitra sehingga dapat memberikan manfaat secara khusus untuk Indonesia sebagai negara kepulauan di ekuator dan di antara patahan aktif dan bahkan untuk negara-negara lainnya di dunia.





Komentar tentang post