Kamis, September 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Protected Area Specialist EPASS (Enhancing Protected Area System in Sulawesi)- project Bogani Nani Wartabone, Hanom Bashari. FOTO: ISTIMEWA

Oleh: Hanom Bashari

Kegiatan penelitian dan konservasi di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) sudah berlangsung lama.

Berikut ini ikhtisar perjalanan dan capaian konservasi Maleo di TNBNW.

1846. Maleo dideskripsikan sebagai jenis Macrocephalon maleo oleh Muller.

1938. Pemerintahan Hindia Belanda menetapkan Panua sebagai Monumen Alam, kawasan konservasi pertama khusus untuk perlindungan maleo.

1949. Abdul Uno, orang Gorontalo dan Indonesia pertama yang melakukan penelitian maleo, mempublikasikan tulisannya dalam Jurnal TECTONA XXXIX, halaman 151 – 165. Tulisan ini dengan judul “Heet Natuurmonument Panoea (N. Celebes) en het Maleohoen (Macrocephalon maleo SAL Muller) in Het Bijzonder.”

1978. WWF/IUCN memulai penilaian calon kawasan konservasi di Sulawesi Utara. Beberapa lokasi peneluran di area calon TN Bogani Nani Wartabone telah dideskripsikan dan teridentifikasi dalam publikasi John MacKinnon. Peneliti dari Lembaga Penelitian Kehutanan Bogor juga mulai melakukan penilaian habitat dan perilaku maleo di lokasi peneluran maleo Tambun, Muara Pusian, dan Tumokang.

1979. Penunjukkan SM Dumoga dan SM Bone (cikal bakal kawasan TN Bogani Nani Wartabone) dengan amanat khusus perlindungan satwa, salah satunya maleo.

1981. Peneliti John MacKinnon merekomendasikan penggunaan bak penetasan semi alami (hatchery) dalam pengelolaan lokasi peneluran dan beberapa perlakuan lain untuk mengurangi kasus predasi maleo.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi
Bagikan10Tweet4KirimKirim
Previous Post

Spirit Dari Sebutir Telur

Next Post

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Postingan Terkait

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026
Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Komentar tentang post

TERBARU

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

AmsiNews

REKOMENDASI

Program Studi S1 Ilmu Lingkungan UNG Meraih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Saat Mendarat Jasper Meningkat Menjadi Badai Kategori 2 di Utara Queensland, Australia

Melalui Seni Pertunjukan Cara Teater Peneti Gorontalo Rekrut Anggota Baru

Cuaca Faktor Penting dalam Pelayaran

428 Sensor Seismograf Telah Terpasang di Indonesia

Cara Mendeteksi Ikan Hasil Bom Rakitan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.