Setelah Freddy melewati barat daya negara itu pada 5 dan 6 Maret, banjir lokal terlihat di kota Morombe dan tiga kota sekitarnya, serta kota Toliara. Sekolah dan gedung perkantoran juga terendam banjir.
Samudra Hindia
Freddy berkembang sebagai bibit siklon tropis di selatan Jawa (Indonesia) pada 3 Februari dan mendapatkan penamaan sebagai siklon tropis pada 6 Februari oleh Biro Meteorologi Australia (BOM), di selatan Nusa Tenggara, Indonesia.
Topan Freddy yang telah banyak memecahkan rekor baru, memberi dampak di enam negara, masing-masing Mauritius, Reunion (Prancis), Madagaskar, Mozambik, Zimbabwe dan Malawi.
Selanjutnya, Freddy mengambil arah ke barat daya atau di utara Port Hedland, Australia Barat. Setelah terbentuk sebagai siklon tropis – sistem ini bergerak secara umum ke barat dan barat-barat daya, melintasi Mauritius dan Reunion, hingga ke Madagaskar, Mozambik, Zimbabwe dan Malawi.
Pada Minggu 19 Februari, dilaporkan kapal penangkap tuna Lien Sheng Fa hilang kontak di Samudra Hindia. Sebanyak 16 awak kapal perikanan ada di Lien Sheng Fa, 15 di antaranya warga negara Indonesia (WNI) dan satu Taiwan sebagai kapten.
Saat itu, posisi kapal Kapal Lien Sheng Fa yang kehilangan kontak radio dengan Taipei berlayar 215 mil laut dari Port Mathurin, Pulau Rodrigues – Mauritius.
Topan Freddy sedang mengamuk dengan kekuatan siklon tropis yang sangat intens (Very Intense Tropical Cyclone).





Komentar tentang post