Kemudian marga Dinochloa memiliki persebaran yang unik di Indonesia, membentang dari Sumatra di bagian barat hingga Sulawesi dan Kepulauan Sunda Kecil di bagian timur, serta belum pernah dilaporkan ditemukan di Maluku hingga Papua.
Terkait morfologinya, bambu di Indonesia umumnya mempuyai rimpang yang sympodial yang menyebabkan bambu tumbuh merumpun seperti pada Bambusa ooh, sedangkan pada rimpang monopodial akan menjadikan bambu tumbuh menyebar atau running seperti pada Phyllostachys aurea.
Menurut Gede, bambu juga mempunyai rebung yang sangat bervariasi dalam berbagai warna, keberadaan miang, lilin dan posisi daun pelepah rebungnya, mulai dari posisi tegak, tersebar, terkeluk balik hingga kombinasi di antaranya.
Begitu juga halnya pada buluhnya, terdapat bambu yang mempunyai buluh yang tegak dan relatif lurus, tegak relatif agak zig-zag, serabutan mengait kemana-mana dan rebah pada pohon sekitar serta merambat pada pohon sekitarnya.
“Ciri lainya pada buluh bambu yang dapat membedakan jenis bambu adalah berdasarkan warnanya, seperti kehitaman bergaris hijau, hijau dengan totol cokelat, hijau dengan ruas megembung hingga hijau bergaris,” ujarnya.
Buku-buku yang dimiliki oleh bambu juga bervariasi, ada yang memiliki akar udara, ada juga buku bambu yang memiliki lampang yang merupakan bekas pelepah buluhnya yang menempel sehingga ketika diraba akan terasa kasar, ada juga buku dengan lapisan miang berwarna putih membeledu (seperti beludru) yang melingkar seperti gelang, dan buku yang sama sekali tanpa ornamen khusus hanya melingkar begitu saja.




