Kepala BKKPN Kupang, Ikram M Sangadji mengatakan, monitoring mamalia laut dilakukan secara periodik (2 kali setahun) dengan melakukan pencatatan waktu, koordinat, jenis, jumlah individu, pola dan arah pergerakan, serta perilaku saat terjadi kemunculan.
Dari data tersebut, akan didapat perkiraan lokasi habitat dan alur migrasi mamalia laut sebagai upaya mitigasi dari ancaman terhadap kelestarian mamalia laut dan perlindungan habitatnya akibat aktivitas penangkapan ikan, budidaya laut, pelayaran dan kegiatan lainnya.
Selain itu, menurut Ikram, data series mamalia laut ini juga digunakan sebagai referensi bagi BKKPN Kupang bersama Pemerintah daerah dalam menentukan strategi pengelolaan pemanfaatan KKPN.
Ikram mengatakan, mamalia laut, seperti paus, lumba-lumba, dan dugong merupakan jenis yang memiliki peran penting dalam ekosistem perairan. Sebagai aset dan kekayaan alam yang bernilai bioekologis, ekonomi dan sosial budaya, mamalia laut harus dilindungi dan dilestarikan agar dapat dimanfaatkan secara tidak langsung (non estraktif) bagi masyarakat di wilayah pesisir.
Kegiatan monitoring mamalia laut ini ikut melibatkan masyarakat yang tinggal dalam kawasan, serta menyiapkan kapasitas kelompok masyarakat konservasi melalui pelatihan teknis guna mendukung pengembangan pariwisata alam perairan “Whale Watching“.





Komentar tentang post