Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas lamun di kawasan Torosiaje Besar dan Bonda masuk pada kategori bagus, sementara kualitas tutupan lamun di Torosiaje Kecil masih membutuhkan penjagaan.
Di tiga tempat ini ditemukan lima spesies lamun. Masing-masing: Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Oceana serrulate, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, dan Halophila ovalis.
Selain itu, spesies invertebrata yang ditemukan dalam titik samping monitoring masing-masing: Parasesarma spp, Panggurus spp, Oratosquilla oratoria, Ophiuroidea, Luidia clathrata, Lottia spp, Lambis spp, Holothuria leucospilota, Diadea antillarum, Conus spp, Conus rattus, Conus clarus, dan Bohadschia graeffei.
Selanjutnya, spesies ikan yang ditemukan antara lain: Trachinocephalus myops, Siganus canaliculatus, Scolopsis lineata, Pentapodus trivittatus, Hologymnosus annulat, Dischistodus perspicill, Dischistodus perspicill, Ctenochaetus striatus, Chysiptera tricincta, Atherinomorus duodec, dan Abudefdul sexfasciatus.
Hari ini, ”kami telah melaksanakan monitoring lamun.” Kegiatan selanjutnya, penelitian lamun yang masih baik, dan yang sudah rusak. ”Nanti kita perhitungkan. Pertemuan selanjutnya akan dibahas kenapa lamun ini sudah mati, dan bagaimana caranya mereka bisa berkembang,” kata Husein Onte, nelayan juga ketua kelompok Sipakulung di sela-sela pendataan lamun, Senin (4/8/2025).




