Di sisi lain, agar sistem ini kelak berjalan efektif, AMSI dan LBH Pers meminta platform harus menyediakan data penggunaan yang dapat diverifikasi. Sistem kompensasi yang adil tidak mungkin berjalan apabila penerbit tidak mengetahui konten apa yang telah diakses, apakah konten tersebut digunakan untuk pelatihan, pencarian, grounding, atau pembuatan jawaban, seberapa sering konten digunakan, serta bagaimana kompensasinya dihitung.
Panduan UNESCO
Posisi AMSI ini sejalan dengan proses konsultasi yang dilakukan UNESCO mengenai Guidance on Fair Compensation for News yang dikembangkan melalui inisiatif Internet for Trust. UNESCO memulai konsultasi secara global pada Juli 2026 karena keberlanjutan media semakin mendesak bagi masa depan jurnalisme dan perlindungan integritas informasi.
UNESCO tidak memandang kompensasi terkait penggunaan konten jurnalistik oleh platform hanya sebagai sengketa komersial antara penerbit dan perusahaan teknologi.
UNESCO menempatkan kompensasi yang adil dalam kerangka yang lebih luas, meliputi perlindungan hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, akses terhadap informasi, pluralisme media, transparansi dan akuntabilitas platform, serta pentingnya pengawasan independen dan partisipasi multipihak.



