Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Anatomi Komet, Benda Kuno yang Mengorbit Matahari

redaksi
27 Juni 2022
Kategori : Berita
0
Anatomi Komet, Benda Kuno yang Mengorbit Matahari

Diagram ini menunjukkan anatomi komet. GAMBAR: NASA/JPL-Caltech

Darilaut – Apa Itu Komet? Komet adalah benda besar yang terbuat dari debu dan es yang mengorbit Matahari.

Benda-benda kuno ini adalah sisa dari pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun yang lalu. Komet terkenal karena ekornya yang panjang dan mengalir.

Komet sebagian besar ditemukan pada tata surya. Beberapa ada di piringan lebar di luar orbit Neptunus yang disebut Sabuk Kuiper. Ilmuwan menyebutnya komet periode pendek.

Komet ini membutuhkan waktu kurang dari 200 tahun untuk mengorbit Matahari.

Komet lain berada di Awan Oort, di tepi luar tata surya yang berbentuk bola. Ini disebut komet periode panjang karena mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mengorbit Matahari.

Menurut Spaceplace.nasa.gov, komet dengan orbit terpanjang yang diketahui membutuhkan waktu lebih dari 250.000 tahun untuk melakukan satu kali perjalanan mengelilingi Matahari.

Apa yang membuat komet dekat dengan Bumi sehingga kita bisa melihatnya? Gravitasi sebuah planet atau bintang dapat menarik komet dari rumahnya di Sabuk Kuiper atau Awan Oort.

Tarikan ini dapat mengarahkan komet menuju Matahari. Jalur komet yang diarahkan ini terlihat seperti oval panjang yang membentang.

Saat komet ditarik lebih cepat dan lebih cepat ke arah Matahari, berayun di belakang Matahari, lalu kembali ke tempat asalnya.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: AstronomiFenomena LangitKometKomet HalleyNASA
Bagikan13Tweet7KirimKirim
Previous Post

Kasus Monkeypox Menyebar di 48 Negara, WHO Mengadakan Pertemuan Ahli

Next Post

Sering Diambil Telurnya, Ikan Sturgeon Atlantik Terancam Punah

Postingan Terkait

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

17 September 2026
Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

17 September 2026

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Next Post
Sering Diambil Telurnya, Ikan Sturgeon Atlantik Terancam Punah

Sering Diambil Telurnya, Ikan Sturgeon Atlantik Terancam Punah

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Tanah Longsor Melanda Dua Lokasi di Kota Gorontalo

Mengiris Perut Penyu Hijau

Jalan Terjal Perempuan Gorontalo Memimpin Semakin Panjang

Selama 2023 Eropa Mengalami Banjir Besar dan Gelombang Panas Parah

Asia-Pasifik Menghadapi Aktivitas Topan Paling Intens di Dunia

Perubahan Iklim Meningkat di Pasifik Barat Daya, Termasuk Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.