Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Anatomi Komet, Benda Kuno yang Mengorbit Matahari

redaksi
27 Juni 2022
Kategori : Berita
0
Anatomi Komet, Benda Kuno yang Mengorbit Matahari

Diagram ini menunjukkan anatomi komet. GAMBAR: NASA/JPL-Caltech

Darilaut – Apa Itu Komet? Komet adalah benda besar yang terbuat dari debu dan es yang mengorbit Matahari.

Benda-benda kuno ini adalah sisa dari pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun yang lalu. Komet terkenal karena ekornya yang panjang dan mengalir.

Komet sebagian besar ditemukan pada tata surya. Beberapa ada di piringan lebar di luar orbit Neptunus yang disebut Sabuk Kuiper. Ilmuwan menyebutnya komet periode pendek.

Komet ini membutuhkan waktu kurang dari 200 tahun untuk mengorbit Matahari.

Komet lain berada di Awan Oort, di tepi luar tata surya yang berbentuk bola. Ini disebut komet periode panjang karena mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mengorbit Matahari.

Menurut Spaceplace.nasa.gov, komet dengan orbit terpanjang yang diketahui membutuhkan waktu lebih dari 250.000 tahun untuk melakukan satu kali perjalanan mengelilingi Matahari.

Apa yang membuat komet dekat dengan Bumi sehingga kita bisa melihatnya? Gravitasi sebuah planet atau bintang dapat menarik komet dari rumahnya di Sabuk Kuiper atau Awan Oort.

Tarikan ini dapat mengarahkan komet menuju Matahari. Jalur komet yang diarahkan ini terlihat seperti oval panjang yang membentang.

Saat komet ditarik lebih cepat dan lebih cepat ke arah Matahari, berayun di belakang Matahari, lalu kembali ke tempat asalnya.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: AstronomiFenomena LangitKometKomet HalleyNASA
Bagikan12Tweet7KirimKirim
Previous Post

Kasus Monkeypox Menyebar di 48 Negara, WHO Mengadakan Pertemuan Ahli

Next Post

Sering Diambil Telurnya, Ikan Sturgeon Atlantik Terancam Punah

Postingan Terkait

Guterres: Terumbu Karang Sekarat, Stok Ikan Runtuh dan Permukaan Laut Naik

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

7 Juni 2026
KSOP Muara Angke: Perhatikan Agar Sampah Tidak Berserakan

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

7 Juni 2026

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Next Post
Sering Diambil Telurnya, Ikan Sturgeon Atlantik Terancam Punah

Sering Diambil Telurnya, Ikan Sturgeon Atlantik Terancam Punah

Komentar tentang post

TERBARU

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

AmsiNews

REKOMENDASI

Video: Paus Bryde Terdampar di Ujungmanik, Cilacap

Diskusi Trustworthy AMSI Jateng Gandeng Penyelenggara Pemilu dan Akademisi

Paus Orca Terlihat di Botubarani, Hiu Paus Menghilang

Banjir Dalam Sepekan di Beberapa Wilayah Indonesia

Terdampar di Bebatuan Alaska, Paus Orca Berhasil Diselamatkan

Banjir Bandang Luwu Utara, 36 Meninggal dan 67 Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.