Sedangkan untuk pola pengamanan dan pola layanan informasi publik/pemilih menggunakan Content Delivery Network (CDN) yang menggunakan IP dalam dan luar negeri.
Koalisi Jaga Suara, melalui akun Instagram Jagasuara menyebutkan dua minggu setelah hari H (14 Februari) dan dua hari tidak bergerak, Sirekap masih terus bermasalah.
Hasil perhitungan suara anggota DPR-RI yang dipublikasikan Sirekap “terjadi kesalahan cukup signifikan,” tulis Jagasuara.
Total suara yang tercatat adalah 6.837 suara dari 1 TPS. Padahal, data DPT yang seharusnya menjadikan patokan perhitungan suara hanya berjumlah 250 orang.
“Kesalahan ini mencerminkan ketidaksesuaian antara jumlah pemilih tetap yang terdaftar dan jumlah suara yang dihitung Sirekap,” tulis Jagasuara, “Sekaligus menunjukkan lemahnya tim verifikator KPU.”
Sebelumnya, hasil investigasi Cyberity Foundation sistem keamaman siber pemilihan umum (pemilu) 2024 kacau. Sistem yang dikelola KPU RI tersebut layanan cloud lokasinya berada di RRC, Perancis dan Singapura.
Beberapa hari belakangan publik dihebohkan dengan anomali penghitungan suara dalam sistem rekapitulasi online Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terutama sistem Sirekap dan pemilu2024.kpu.go.id.
Kejanggalan demi kejanggalan yang bermunculan itu mendorong berbagai pihak untuk mengecek satu per satu data C Hasil dengan data tabulasi di sistem pemilu2024.kpu.go.id.




