Data Gempa Bumi Selama 10 Tahun dan Posisi Tahun 2026
Dari tahun 2016 hingga 2025, dunia mencatat rata-rata 133 gempa bumi dengan magnitudo 6 atau lebih besar setiap tahunnya. Jumlahnya berkisar dari angka terendah sebanyak 99 gempa pada tahun 2024 hingga angka tertinggi sebanyak 157 gempa pada tahun 2021.
Hingga pertengahan Agustus tahun ini, tercatat 91 gempa bumi dengan magnitudo 6 atau lebih di seluruh dunia, termasuk 11 gempa dengan magnitudo di atas 7. Kedua angka tersebut sedikit melampaui laju rata-rata dalam satu dekade terakhir, namun masih berada dalam kisaran normal. Tidak ada satu pun gempa yang mencapai magnitudo 8 atau 9, yang merupakan kategori paling merusak.
Faktor yang membuat gempa bumi mematikan lebih bergantung pada lokasi kejadiannya daripada besaran magnitudonya. Kedalaman pusat gempa, jarak ke pusat kota, dan ketahanan bangunan setempat lebih menentukan dampaknya dibandingkan angka pada skala Richter. Gempa bumi paling mematikan dalam satu dekade terakhir bukanlah gempa dengan magnitudo terbesar, melainkan gempa yang terjadi tepat di bawah kawasan padat penduduk.
Apakah Ada ‘Musim Gempa’?
Tidak. Catatan jangka panjang menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi sepanjang tahun tanpa pola musiman yang konsisten. USGS menyatakan bahwa para ilmuwan belum pernah bisa memprediksi kapan gempa besar akan terjadi karena tekanan tektonik yang menumpuk di sepanjang garis sesar selama berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun tidak dapat dikaitkan dengan siklus 12 bulan.



