Selasa, Agustus 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

redaksi
18 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

GAMBAR: AL JAZEERA

Data Gempa Bumi Selama 10 Tahun dan Posisi Tahun 2026

Dari tahun 2016 hingga 2025, dunia mencatat rata-rata 133 gempa bumi dengan magnitudo 6 atau lebih besar setiap tahunnya. Jumlahnya berkisar dari angka terendah sebanyak 99 gempa pada tahun 2024 hingga angka tertinggi sebanyak 157 gempa pada tahun 2021.

Hingga pertengahan Agustus tahun ini, tercatat 91 gempa bumi dengan magnitudo 6 atau lebih di seluruh dunia, termasuk 11 gempa dengan magnitudo di atas 7. Kedua angka tersebut sedikit melampaui laju rata-rata dalam satu dekade terakhir, namun masih berada dalam kisaran normal. Tidak ada satu pun gempa yang mencapai magnitudo 8 atau 9, yang merupakan kategori paling merusak.

Faktor yang membuat gempa bumi mematikan lebih bergantung pada lokasi kejadiannya daripada besaran magnitudonya. Kedalaman pusat gempa, jarak ke pusat kota, dan ketahanan bangunan setempat lebih menentukan dampaknya dibandingkan angka pada skala Richter. Gempa bumi paling mematikan dalam satu dekade terakhir bukanlah gempa dengan magnitudo terbesar, melainkan gempa yang terjadi tepat di bawah kawasan padat penduduk.

Apakah Ada ‘Musim Gempa’?

Tidak. Catatan jangka panjang menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi sepanjang tahun tanpa pola musiman yang konsisten. USGS menyatakan bahwa para ilmuwan belum pernah bisa memprediksi kapan gempa besar akan terjadi karena tekanan tektonik yang menumpuk di sepanjang garis sesar selama berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun tidak dapat dikaitkan dengan siklus 12 bulan.

Halaman 2 dari 6
Sebelumnya123...6Selanjutnya
Tags: Gempa BumiGempa KolombiaGempa NTTGempa SaranganiGempa Venezuela
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Postingan Terkait

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

18 Agustus 2026
8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

18 Agustus 2026

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Mahasiswa Baru Fakultas Sastra dan Budaya UNG Memperoleh Pemahaman Mengenai Riset dan Kolaborasi International

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

TERBARU

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Mahasiswa Baru Fakultas Sastra dan Budaya UNG Memperoleh Pemahaman Mengenai Riset dan Kolaborasi International

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

AmsiNews

REKOMENDASI

Bagian Kepala Paus Berkepala Melon Dikubur

Sudah Mendaftar Sebagai Relawan Covid-19? Ini Cara Input Kegiatan di Portal

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Bolaang Mongondow

Ekspedisi Jala Citra Penelitian di Laut Banda

Indonesia Bersama Negara ASEAN Bahas Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati

Akademisi UI Soroti Istilah Bencana Alam, Risiko Diproduksi Secara Sosial

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.