Di Desa Sawagumu, kebakaran terjadi pada Rabu 19 Agustus, menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Faktor kekeringan, angin kencang, dan kondisi lahan gambut menyebabkan api cepat membesar dan menyebar.
Karhutla terjadi di Gunung Malanu, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, dan Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, pada Sabtu 8 Agustus. Luas lahan yang terbakar di masing-masing lokasi mencapai satu hektare.
Karhutla di Kota Sorong, terjadi pada Rabu 5 Agustus. Lokasi terdampak berada di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luasan lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare atau bertambah sekitar 5 hektare dari laporan sebelumnya.
Kejadian karhutla di Kota Sorong, menghanguskan sekitar 2 hektare, pada Kamis 30 Juli, di TPU Covid, Kelurahan Malasilen, Kecamatan Sorong Utara.
Juli
Di Gunung Kali Ampat, karhutla terjadi pada Kamis 23 juli. Lokasi kebakaran di Kelurahan Kakublik, Distrik Sorong Kota.
Laporan karhutla di Kota Sorong, terjadi pada Selasa 21 Juli. Kebakaran bermula saat terlihat adanya asap dari arah Gunung Kali Ampat yang berada di wilayah Kelurahan Klagate dan Kelurahan Malamso, Distrik Malaimsimsa serta Kelurahan Malanu di Distrik Sorong Utara.
PAPUA PEGUNUNGAN
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Papua Pegunungan, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 1.681,43 hektare.




