Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan kenaikan debit air hingga mengakibatkan tanggul jebol di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (1/8).
Jebolnya tanggul tersebut diperkirakan karena tidak cukup kuat menahan kenaikan volume air, sehingga menyebabkan permukiman warga di Desa Anggoro Kecamatan Abuki terendam banjir.
Banjir berdampak kepada 37 KK / 150 jiwa, selain itu merendam 35 unit rumah dan 30 hektare sawah dengan tinggi muka air kisaran 30 sampai 50 centimeter.
BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir khususnya bagi warga yang bermukim di dekat sungai.
Upaya seperti monitoring lereng perbukitan, susur sungai dan pembersihan aliran sungai dan kanal serta irigasi agar dilakukan secara berkala untuk memininalisir potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi tata ruang lingkungan.
Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.





Komentar tentang post