Menurut Lewis topan datang setelah pemotongan jatah makanan untuk pengungsi dan kebakaran dahsyat pada bulan Maret, di mana 16.000 kehilangan rumah mereka.
Lewis mengatakan bahwa kurangnya dana memaksa PBB untuk memotong jatah makanan untuk kedua kalinya mulai 1 Juni.
“Ini berarti para pengungsi Rohingya hanya akan menerima 67 persen dari jatah makanan yang dibutuhkan, jadi satu juta orang hanya akan mendapatkan sekitar dua pertiga dari makanan yang dibutuhkan,” kata Lewis.
Bertindak Cepat
Pemerintah Bangladesh bertindak cepat atas peringatan topan, kata Lewis, dan mengevakuasi sekitar 700.000 orang dari jalur Mocha, yang membantu menyelamatkan banyak nyawa.
Pendanaan baru akan memungkinkan untuk membangun kembali rumah para pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp di Bangladesh dengan bahan yang lebih tahan cuaca dan meningkatkan ketahanan.
Sebelumnya, ASEAN telah menyerahkan bantuan gelombang pertama Sistem Logistik Darurat Bencana untuk ASEAN (DELSA) senilai USD 100.000. Bantuan ini untuk mendukung masyarakat Myanmar yang terkena dampak Siklon Tropis Mocha.
Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan untuk Penanggulangan Bencana (AHA Centre) bersiap untuk mengirimkan lebih banyak barang bantuan dari Gudang Regional DELSA di Malaysia dan Gudang Satelit di Thailand.





Komentar tentang post