Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora BRIN, Ahmad Najib Burhani, mengatakan, kegiatan ini dengan tujuan untuk memperkuat kajian yang sudah sejak lama ditekuni dan diwariskan oleh Lapian.
Selain itu, kata Ahmad, secara lebih luas menentukan ide negara Indonesia sebagai negara maritim.
Menurut Najib ada empat pilar bagi pemangku kebudayaan maritim Indonesia yang sebenarnya. Mereka adalah Suku Bajau, Komunitas Nelayan, Komunitas Pelayaran Rakyat Tradisional, dan Komunitas Peraba Pasisir.
Kepala Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB) BRIN Lilis Mulyani, mengatakan, pihaknya sangat diuntungkan dengan adanya IFSR, karena kegiatan A.B. Lapian dapat disandingkan dengan kegiatan IFSR.
Dalam kegiatan kali ini, banyak sekali paper yang masuk terkait dengan komunitas maritim ataupun isu-isu lainnya.
BRIN bersama Yayasan Negeri Rempah akan mengumpulkan semua pengetahuan atau paper yang sudah terkumpul. Kami akan membuat beberapa editing volume dengan tema-tema khusus tentang tema maritim khususnya maritim Indonesia, kata Lilis.
Karena itu, perlu lebih banyak akumulasi dalam bentuk editing volume yang bisa disebarkan secara global.
Mudah-mudahan bisa menjadi ide-ide atau menumbuhkan bibit-bibit peneliti baru yang tertarik untuk melakukan penelitian mengenai maritim. Khususnya tentang komunitas maritim di Indonesia, ujar Lilis.




