Jika digunakan analisis petrografi, maka pada 2012, 2014, dan 2017 masih memiliki komposisi fasa (senyawa kimia penyusun lava) yang relatif mirip. Analisis distribusi ukuran kristal lava menunjukkan bahwa pada 2017 terjadi resident time yang lebih lama.
Sejauh ini, menurut Mirzam, tsunami 2018 akibat letusan Gunung Anak Krakatau diperkirakan dapat terjadi oleh empat mekanisme. Pertama, letusan gunung api di bawah air (volcanogenic tsunami), kedua longsoran (air masuk ke daratan).
Ketiga, gunung api meletus membentuk kaldera (gunung api muncul di permukaan), dan keempat aliran piroklastik (tsunami pada bagian depan gunung dengan kecepatan gelombang 150-250 km/jam).
Sejarah telah membuktikan tsunami sering membawa bencana kematian dan hilangnya harta benda.





Komentar tentang post