Penanganan bencana mereka pun didukung sistem komando terpadu, tim SAR khusus siklon, kendaraan amfibi, helikopter medis, serta logistik yang dipindahkan lebih awal ke wilayah rawan.
Sementara itu, Plt. Kepala ORKM BRIN, Luki Subehi, menegaskan bahwa bencana yang melanda Sumatra merupakan pengingat pentingnya penguatan kesiapsiagaan nasional.
“Posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana menuntut kesiapan yang berkelanjutan. Ini adalah realitas yang harus dihadapi dengan sistem mitigasi yang kuat.”
Luki menambahkan bahwa mitigasi bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas sektor untuk menghasilkan solusi yang komprehensif, mulai dari pencegahan, respons darurat, hingga pemulihan.
“Mitigasi bencana bukan hanya soal penanganan saat kejadian, tetapi juga mencakup pemulihan ekonomi serta ketangguhan mental dan sosial masyarakat pascabencana.”




