Akan tetapi gempa ini memicu longsoran di bawah laut yang kemudian menimbulkan tsunami.
Menurut Muhari tsunami yang terjadi akibat dipicu oleh longsoran bawah laut tersebut memiliki interval waktu yang sangat singkat. Sehingga hal itu yang menyebabkan banyak korban.
“Dinding-dinding tebing sepanjang teluk Palu ini kemudian jatuh. Ini yang kemudian membangkitkan tsunami yang datangnya sangat cepat. Jadi berbeda dengan tsunami di tempat lain yang punya waktu 20 sampai 40 menit. Di Palu kita cuma punya waktu tidak sampai 5 menit,” ujar Muhari.
Salah satu solusi yang dapat dilakukan, kata Muhari, dengan meningkatkan upaya mitigasi berbasis ekosistem.
Hal itu sebagaimana yang selalu dikatakan Kepala BNPB Doni Monardo sebelumnya tentang pentingnya menjaga alam sebagaimana alam akan menjaga manusia dan kehidupan di bumi.
Di sisi lain, bentuk mitigasi berbasis ekosistem juga dinilai paling sesuai dilihat dari topografi perairan di Indonesia.
“Harus menjauhkan potensi terdampak dari kawasan pesisir. Mitigasi berbasis ekosistem sangat bagus untuk perairan kita, karena akan menjamin sustainability dari upaya mitigasi itu sendiri,” kata Muhari.





Komentar tentang post