Selain itu, BPPT juga telah lama terlibat dalam kegiatan Penetapan Batas Maritim ini sejak tahun 2005, yakni pada saat Pemerintah Indonesia dan beberapa negara Asia lain untuk pertama kalinya mengidentifikasi potensi wilayah Landas Kontinen di luar batas 200 M (ZEE).
Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi tiga potensi wilayah landas kontinen di luar batas 200 M, yakni di wilayah perairan Barat Pulau Sumatera, wilayah perairan Selatan Kepulauan Nusa Tenggara dan wilayah perairan Utara Pulau Papua.
Menurut Kepala Balai Survei Teknologi Kelautan Djoko Nugroho, BPPT mendapatkan kepercayaan dari BIG untuk melakukan survei bukan hanya di Pulau Sumatera, tetapi di Selatan/Tenggara Pulau Sumba pada 2022.
Ke depan pemetaan batimetri laut sangat penting dilakukan. Hal ini karena kebutuhan data batimetri detail sangat penting kaitannya dengan area-area landas kontinen yang lain.
Dengan menggunakan dua Kapal Riset Baruna Jaya yaitu Baruna I dan III yang memiliki kemampuan memetakan dasar laut dalam sampai mulai 8000m sampai dengan 11.000 m.





Komentar tentang post