Makanan hewan sering diperlakukan secara termal untuk meningkatkan keamanan dan umur penyimpanan melalui penghancuran spora jamur dan bakteri.
Perawatan serupa digunakan untuk menghindari kontaminasi mikroba dalam produk kecantikan. Proses ini dapat menghancurkan atau menurunkan DNA.
Untuk menghindari tantangan ini, sejumlah teknik barcoding telah dikembangkan dengan menggunakan fragmen kecil (100-200 bp) dari gen asli dan mini-barcode khusus hiu.
Hal ini memungkinkan mengamplifikasi DNA dari sampel yang terdegradasi. Fragmen yang lebih pendek ini dapat digunakan dan berhasil membuat identifikasi spesies hiu dalam produk dan sampel sirip kering, minyak hati hiu, dan DNA lingkungan (eDNA).
Sebelumnya penelitian telah menerapkan teknik yang sama untuk memeriksa keberadaan hiu dalam sampel makanan hewan peliharaan yang dikumpulkan di Amerika Serikat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan barcode mini-DNA untuk menyelidiki keberadaan daging hiu di berbagai produk makanan hewan yang dibeli di Singapura.
Penggunaan teknik yang konsisten memungkinkan perbandingan antara wilayah dan produk.
Penelitian di Singapura ini berhasil mengidentifikasi hiu yang terancam punah dalam makanan hewan yang dijual secara bebas di Singapura.
Penelitian dengan judul “DNA Barcoding Identifies Endangered Sharks in Pet Food Sold in Singapore” telah dipublikasi di jurnal Frontiersin.org, 4 Maret 2022.





Komentar tentang post