Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

redaksi
9 Maret 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Konservasi
0
Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Hiu martil (hammerhead shark). FOTO: RICHARD HERRMANN/NOAA FISHERIES

Jika BOLD dan BLAST menunjukkan bahwa urutannya cocok dengan lebih dari satu spesies dengan 100% kesamaan (yaitu, kecocokan tingkat spesies tidak dapat dibuat), peneliti membuat identifikasi tingkat genus.

Makanan hewan peliharaan dan kosmetik sering kali mengandung produk hiu tidak tercantum dalam daftar bahan.

Makanan hewani mengandung daging hiu, sedangkan squalene banyak ditemukan pada kosmetik dan produk kecantikan lainnya.

Squalene dapat berasal dari sumber non-hiu (misalnya, produk tanaman). Namun, DNA barcoding telah mengkonfirmasi bahwa squalene dalam beberapa produk makanan hewan dan kosmetik berasal dari hiu, seperti hiu martil (Sphyrna lewini) atau hammerhead shark.

Hiu martil terdaftar sebagai terancam punah oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).

Kedua kasus ini, DNA barcoding menyoroti keberadaan spesies hiu yang terancam punah. Dalam makanan hewan dan kosmetik di mana DNA hiu telah terdeteksi, hiu tidak terdaftar sebagai bahan.

Sebagai gantinya, menggunakan istilah umum untuk mendeskripsikan konten yang dijual.

Akibatnya, konsumen tidak akan mengetahui bahwa produk yang dibeli mengandung hiu tanpa menggunakan metode pengujian berbasis DNA.

DNA barcoding resmi digunakan untuk identifikasi spesies hewan. Produk kalengan yang dijual untuk konsumsi seperti makanan hewan peliharaan atau digunakan manusia untuk produk kecantikan, biasanya diproses tingkat tinggi. Hal ini untuk menghindari risiko kesehatan.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: DNA BarcodingHiu MartilIUCNSingapura
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

Next Post

Minggu Pertama Maret, Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
Minggu Pertama Maret, Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam

Minggu Pertama Maret, Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Antara 2022-2026 Ada Peluang Menjadi Tahun Terpanas

Cegah Penyebaran Disinformasi Koalisi Cek Fakta dan ICT Watch Kembangkan Aplikasi “Galifakta”

Hari Ini, Kapal Berlayar di Perairan Indonesia Mulai Aktifkan AIS

Dosen UNG Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengolahan Emas

Kapal Kargo Muat 6153 Kontainer Kandas di Selat Singapura

Penyu Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Negeri Asilulu, Maluku

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.