Selasa, September 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

redaksi
9 Maret 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Konservasi
0
Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Hiu martil (hammerhead shark). FOTO: RICHARD HERRMANN/NOAA FISHERIES

Darilaut – Selama ini ratusan jenis hiu dilaporkan hanya sebagai korban tangkapan sampingan dalam bisnis perikanan.

Hiu yang ditangkap kebanyakan untuk diambil sirip dan hati yang mengandung minyak. Kondisi hasil tangkapan sampingan, pengambilan sirip dan minyak hati telah berkontribusi pada penurunan populasi hiu.

Sejak tahun 1970 populasi hiu terus menurun tajam, hingga 71%. Sejalan dengan itu, tiga perempat dari semua spesies hiu samudera sekarang dianggap berisiko punah secara global.

Ternyata, spesies hiu juga digunakan sebagai produk kosmetik dan makanan hewan peliharaan yang dijual bebas di Singapura.

Untuk melacak spesies hiu di dalam kemasan makanan hewan peliharaan dan prosuk kosmetik, peneliti dari Universitas Nasional Singapura Ian French dan Benjamin J. Wainwright mengunakan metode DNA Barcoding (kode batang).

Penelitian ini secara total dengan bahan 45 produk makanan hewan peliharaan yang berbeda. Makanan hewan tersebut dibeli dari 16 merek berbeda di Singapura.

Sebagian besar produk menggunakan istilah umum “fish” ikan, “ocean fish,” ikan laut, “white fish,” ikan putih dan “white bait” atau umpan putih.

Terdapat pula produk yang mencantumkan “tuna” atau “salmon”, tetapi yang lain tidak menunjukkan ikan apa pun sebagai bahan.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: DNA BarcodingHiu MartilIUCNSingapura
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

Next Post

Minggu Pertama Maret, Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam

Postingan Terkait

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

8 September 2026
Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

8 September 2026

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dua Klaster

2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Jalur Penyeberangan Selat Sunda Tidak Terganggu Letusan Gunung Anak Krakatau

8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Terus Memantau Pergerakan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Next Post
Minggu Pertama Maret, Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam

Minggu Pertama Maret, Empat Insiden Perampokan Laut di Nongsa Point, Batam

Komentar tentang post

TERBARU

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dua Klaster

2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Maritim dan Kelautan

Survei Kelautan Pencarian Kapal MV Nur Allya di Laut Halmahera

La Nina Diprediksi Segera Berakhir

Foto: Kapal Pinisi

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Lanjutkan Perjalanan ke Togean

World Wetlands Day: Lahan Basah Ekosistem Paling Terancam, Hilang Tiga Kali Lebih Cepat Dari Hutan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.