“Kami ingin contoh-contoh baik pengelolaan ekosistem pesisir prioritas yang telah dicapai dalam COREMAP-CTI terus berlanjut meski programnya telah berakhir. Hal ini hanya bisa terjadi jika ada kesungguhan komitmen dari stakeholders setempat,” kata Rudyanto.
”Jangan sampai masyarakat dibiarkan berjuang sendirian. Jika perlu program ini direplikasi, diperkuat dalam aturan dan anggaran, bahkan masyarakat juga terus di dukung upaya dan semangatnya dalam melestarikan dan menjaga keutuhan alam di wilayahnya.”
Bappenas sendiri sangat berkomitmen dalam target pengelolaan laut dan pesisir yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Di antaranya menargetkan luas kawasan konservasi hingga 26,9 juta hektar, penyelesaian penataan ruang laut dan zonasi pesisir sebanyak 102 rencana zonasi.
Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Dr. Sri Yanti JS, mengatakan, dalam pelaksanaanya kita memerlukan sinerginitas antar pusat dan daerah, lintas sektor dan tentu saja pendanaan.
“COREMAP-CTI telah memberikan contoh bagaimana koloborasi antar sektor ini dilakukan. Meski tidak mudah, tapi ketika semua dalam satu komitmen dan tujuan, semuanya bisa berjalan untuk mencapai tujuan utama untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi” kata Dr. Sri Yanti.





Komentar tentang post