Dari 9 Spesies Hiu Berjalan, 6 Ada di Perairan Indonesia

Hiu berjalan halmahera, Hemiscyllium Halmahera. FOTO: MARK V. ERDMANN

Darilaut – Saat ini, terdapat sembilan spesies hiu berjalan di dunia. Dari sembilan spesies tersebut, enam di antaranya ditemukan di perairan Indonesia.

Ikan hiu berjalan dari genus Hemiscyllium merupakan spesies endemik yang ditemukan di perairan Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Nugini, dan Australia.

Semua spesies ikan hiu berjalan di perairan Indonesia telah dilindungi penuh. Status perlindungan penuh ikan hiu berjalan telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhir Januari 2023.

“Berdasarkan penilaian pada tahun 2020, seluruh spesies hiu berjalan telah masuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN) karena kerentanan dan kelangkaannya,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) KKP, Victor Gustaaf Manoppo.

“Bahkan dua spesies ikan hiu berjalan masuk ke dalam kategori hampir terancam (near threatened), tiga spesies dikategorikan rentan (vulnerable), dan satu spesies memiliki kategori sedikit perhatian (least concern).”

Setelah penetapan perlindungan penuh ikan hiu berjalan, KKP akan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan menyusun Rencana Aksi Nasional konservasi.

Menurut Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Firdaus Agung, sifat umum biologi dari kelompok hiu berjalan yang cenderung hidup menetap di dasar perairan yang dangkal.

Spesies ini, kata Firdaus, tidak aktif bergerak dan hidup di habitat yang spesifik (daerah terumbu karang dan padang lamun). Hal ini menyebabkan tidak adanya percampuran populasi tiap anggota spesies di wilayah tersebut.

Lewat studi analisa molekuler menunjukkan bahwa sifat biologi yang unik dari kelompok hiu berjalan ini yang menyebabkan terjadinya proses spesiasi secara alami yang mengikuti pergerakan lempeng tektonik dan proses hidrologi dalam waktu kurun puluhan juta tahun yang silam.

“Setiap jenis ikan Hemiscyllium memiliki kekhasan genetik yang ditunjukkan secara morfologis melalui pola dan corak warna yang berbeda-beda,” kata Firdaus.

“Keragaman genetis dari setiap spesies ikan hiu berjalan ini merupakan suatu keunikan tersendiri yang harus dipertahankan untuk terjaga kemurniannya.“

Hasil penelitian di perairan Maluku Utara, deskripsi fenotip hiu berjalan halmahera (Hemiscyllium halmahera) memiliki corak bintik yang unik, berwarna coklat. Selain itu, memiliki ukuran yang bervariasi dan terdistribusi pada bagian atas tubuh terkecuali perut.

Lokasi tersebut berada di perairan laut Loleo (Halmahera Tengah), Pulau Tidore, Maitara, Lelei (Halmahera Selatan) dan Mare.

Secara umum karakteristik fenotip hiu berjalan halmahera memiliki kemiripan yang tinggi pada setiap lokasi penelitian. Kesamaan ini diduga bahwa populasi hiu berjalan halmahera berasal dari keturunan yang sama.

Exit mobile version