Sabtu, Juni 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dari 9 Spesies Hiu Berjalan, 6 Ada di Perairan Indonesia

redaksi
23 Februari 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Data Terbaru Hiu Berjalan Halmahera

Hiu berjalan halmahera, Hemiscyllium Halmahera. FOTO: MARK V. ERDMANN

Darilaut – Saat ini, terdapat sembilan spesies hiu berjalan di dunia. Dari sembilan spesies tersebut, enam di antaranya ditemukan di perairan Indonesia.

Ikan hiu berjalan dari genus Hemiscyllium merupakan spesies endemik yang ditemukan di perairan Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Nugini, dan Australia.

Semua spesies ikan hiu berjalan di perairan Indonesia telah dilindungi penuh. Status perlindungan penuh ikan hiu berjalan telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhir Januari 2023.

“Berdasarkan penilaian pada tahun 2020, seluruh spesies hiu berjalan telah masuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN) karena kerentanan dan kelangkaannya,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) KKP, Victor Gustaaf Manoppo.

“Bahkan dua spesies ikan hiu berjalan masuk ke dalam kategori hampir terancam (near threatened), tiga spesies dikategorikan rentan (vulnerable), dan satu spesies memiliki kategori sedikit perhatian (least concern).”

Setelah penetapan perlindungan penuh ikan hiu berjalan, KKP akan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan menyusun Rencana Aksi Nasional konservasi.

Menurut Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Firdaus Agung, sifat umum biologi dari kelompok hiu berjalan yang cenderung hidup menetap di dasar perairan yang dangkal.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKPHiu BerjalanKKPPerlindungan Spesies
Bagikan8Tweet4KirimKirim
Previous Post

Ikan Hiu Berjalan Dilindungi Penuh

Next Post

Topan Freddy Bawa Angin Kencang dan Hujan Lebat, 4 Tewas di Madagaskar

Postingan Terkait

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

20 Juni 2026
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Boalemo

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Boalemo

20 Juni 2026

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

NTT Sentra Utama Produksi Rumput Laut Nasional

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Next Post
Topan Freddy Bawa Angin Kencang dan Hujan Lebat, 4 Tewas di Madagaskar

Topan Freddy Bawa Angin Kencang dan Hujan Lebat, 4 Tewas di Madagaskar

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Boalemo

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

NTT Sentra Utama Produksi Rumput Laut Nasional

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

AmsiNews

REKOMENDASI

Langit Bulan Mei, Jupiter dan Mars Makin Dekat

Bencana Sukabumi, Ribuan Warga Mengungsi dan 10 Meninggal Dunia

Covid-19, Kongres Konservasi Dunia Ditunda

Antisipasi La Nina Petani Gunungkidul Tampung Air

Ubur-Ubur ini Berpotensi Hidup Abadi di Bumi

Kabupaten Sigi Paling Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah, 1 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Terluka

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.