Sabtu, September 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

redaksi
10 Maret 2025
Kategori : Berita
0
Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

Pramoedya Ananta Toer pernah menjadi kandidat peraih Nobel. FOTO: DARILAUT.ID

Selain itu, surat-surat dan peristiwa seputar Hoa Kiau di Indonesia menyoroti bagaimana keturunan Tionghoa di Indonesia kerap mengalami diskriminasi politik. Pram sendiri pernah dipenjara akibat tulisannya yang dianggap membahayakan negara. 

Penulis dan sejarawan, Max Lane mengatakan bahwa pemikiran pemuda Indonesia pada akhir 1950-an hingga 1980-an sangat dipengaruhi oleh konsep kebangsaan dan kelas.

Dalam novel Pram berjudul Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, Pram menggambarkan proses penciptaan bangsa Indonesia yang memerlukan batas teritorial, ekonomi bersama, bahasa nasional, serta kebudayaan baru.

Kelas sosial juga berperan, dengan perbedaan antara priyayi yang bergantung pada jabatan dengan rakyat yang mencari penghidupan sendiri.

Pram juga mengkritisi kapitalisme kolonial dan menggambarkan bagaimana kaum kapitalis pribumi seperti Nyai Ontosoroh dan Tirto Adhi Soerjo mengalami penindasan atau pengasingan.

Dalam novel Jejak Langkah dan Rumah Kaca, Pram menunjukkan bahwa kapitalis dalam negeri kesulitan berkembang, sementara pergerakan kiri menghadapi represi, yang akhirnya membentuk lanskap politik Indonesia pada abad ke-20.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BRINPramoedya Ananta Toer
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Karya Pramoedya Ananta Toer Menyajikan Perspektif Sejarah Berbeda

Next Post

Banjir dan Longsor di Kabupaten Sukabumi Menyebabkan 5 Orang Meninggal Dunia

Postingan Terkait

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

18 September 2026
Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

18 September 2026

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Next Post
Banjir dan Longsor di Kabupaten Sukabumi Menyebabkan 5 Orang Meninggal Dunia

Banjir dan Longsor di Kabupaten Sukabumi Menyebabkan 5 Orang Meninggal Dunia

TERBARU

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Anak Usia 4 Tahun Terinfeksi HIV dan AIDS

Negosiasi Polusi Plastik Ditunda

Ingin Tahu Sebaran Ikan Tuna dan Cakalang di Indonesia, Ini Lokasinya

Emisi Karbon Lamun di Jawa dan Sumatra Tertinggi di Indonesia

Siklon Tropis Molave Bergerak Menjauhi Indonesia

Babirusa Togean Mampu Berenang Dengan Kuat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.