Minggu, Januari 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Di Tangkoko, Maleo Bersarang di Bukit Dekat Pantai

redaksi
13 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Di Tangkoko, Maleo Bersarang di Bukit Dekat Pantai

Burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Di pantai berpasir Batu Putih, Tangkoko, naturalis Alfred Russel Wallace pada 1859 mendeskripsikan burung maleo secara detail. Maleo, burung endemik Sulawesi ketika itu, masih dalam jumlah banyak.

Kini maleo sudah tidak lagi bersarang di lokasi pengamatan Wallace. “Lokasinya sudah jadi kampung Batuputih sekarang,” kata Protected Area Specialist EPASS (Enhancing Protected Area System in Sulawesi) Tangkoko, Edyson Maneasa.

Maleo (Macrocephalon maleo) datang ke pantai, tapi bukan untuk bertelur. Untuk mengetahui mengapa maleo tidak lagi bersarang di pantai berpasir, Edyson bersama pegiat konservasi maleo menyelidiki musababnya.

Telah terjadi beberapa pergeseran tempat peneluran maleo yang ada didekat pantai di Tangkoko. Dari hasil penyelidikan, tanah di lokasi tempat bersarang maleo sebelumnya makin padat.

“Ternyata di samping tanahnya yang padat, suhu sudah tidak mencapai panas yang ideal untuk pengeraman telur,” ujar Edyson, Jumat (12/6).

Di lokasi tempat bersarang maleo sekarang berada di bukit. Terdapat 5 pasang maleo yang ke lokasi yang berjarak 100 sampai 200 meter dari pasang tertinggi.

Sedikitnya, ada 3 lokasi peneluran maleo di Tangkoko. Selain yang di bukit, ada yang di dalam hutan, 5 kilo meter dari pasang tertinggi.

Ditempat ini terdapat sumber panas bumi. Untuk memudahkan pengamatan, telah dibangun menara pemantau di 2 lokasi peneluran.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi TengahTangkoko
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ciri Genetik Burung Maleo

Next Post

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Gorontalo dan Sulawesi Selatan

Postingan Terkait

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

24 Januari 2026
BRIN Buka Pendanaan Riset Keanekaragaman Hayati

Kearifan Lokal Itu Warisan Pengetahuan Ekologis

24 November 2025

Kearifan Lokal Relevan Sebagai Landasan Konservasi Laut di Indonesia

Darilaut.id Menyematkan Tahun 2025 Rekor Baru Agregasi Hiu Paus di Perairan Botubarani

Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Peristiwa Upwelling Ekstrem Laut Alor Dapat Menjadi Daya Tarik Wisata Ilmiah Berbasis Konservasi

Individu Hiu Paus Bertambah Setelah Paus Biru Melintas di Perairan Botubarani

Jalur Baru Migrasi Paus Biru di Teluk Tomini

Next Post
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Gorontalo dan Sulawesi Selatan

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Gorontalo dan Sulawesi Selatan

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

International Day of Education, UNEP Perkenalkan 5 Cara Pendidikan Untuk Mendorong Aksi Lingkungan

Siklon Tropis Luana Mendarat di Utara Broome Australia Barat

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

Eksplorasi Laut BRIN – OceanX di Sulawesi Utara Temukan 14 spesies Megafauna

Badai Tropis Terbentuk di Utara Barat Laut Broome Australia

AmsiNews

REKOMENDASI

Pesan Marten Taha di Akhir Masa Jabatan Sebagai Wali Kota Gorontalo

Ratusan Ribu Orang Tanda Tangani Stop Beli Tiket Pertunjukan Lumba-lumba

AMSI Kembangkan Jurnalisme Pre-Bunking

Kapal Sumber Jaya Alam Kandas di Karang Galang Selat Riau

Mendekati Taiwan Badai Tropis Doksuri Diperkirakan Akan Menjadi Topan Super

UNG Buka Prodi Pendidikan Profesi Apoteker dan Profesi Insinyur

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.