Jumat, September 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Di Tangkoko, Maleo Bersarang di Bukit Dekat Pantai

redaksi
13 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Di Tangkoko, Maleo Bersarang di Bukit Dekat Pantai

Burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Di pantai berpasir Batu Putih, Tangkoko, naturalis Alfred Russel Wallace pada 1859 mendeskripsikan burung maleo secara detail. Maleo, burung endemik Sulawesi ketika itu, masih dalam jumlah banyak.

Kini maleo sudah tidak lagi bersarang di lokasi pengamatan Wallace. “Lokasinya sudah jadi kampung Batuputih sekarang,” kata Protected Area Specialist EPASS (Enhancing Protected Area System in Sulawesi) Tangkoko, Edyson Maneasa.

Maleo (Macrocephalon maleo) datang ke pantai, tapi bukan untuk bertelur. Untuk mengetahui mengapa maleo tidak lagi bersarang di pantai berpasir, Edyson bersama pegiat konservasi maleo menyelidiki musababnya.

Telah terjadi beberapa pergeseran tempat peneluran maleo yang ada didekat pantai di Tangkoko. Dari hasil penyelidikan, tanah di lokasi tempat bersarang maleo sebelumnya makin padat.

“Ternyata di samping tanahnya yang padat, suhu sudah tidak mencapai panas yang ideal untuk pengeraman telur,” ujar Edyson, Jumat (12/6).

Di lokasi tempat bersarang maleo sekarang berada di bukit. Terdapat 5 pasang maleo yang ke lokasi yang berjarak 100 sampai 200 meter dari pasang tertinggi.

Sedikitnya, ada 3 lokasi peneluran maleo di Tangkoko. Selain yang di bukit, ada yang di dalam hutan, 5 kilo meter dari pasang tertinggi.

Ditempat ini terdapat sumber panas bumi. Untuk memudahkan pengamatan, telah dibangun menara pemantau di 2 lokasi peneluran.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi TengahTangkoko
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ciri Genetik Burung Maleo

Next Post

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Gorontalo dan Sulawesi Selatan

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Gorontalo dan Sulawesi Selatan

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Gorontalo dan Sulawesi Selatan

Komentar tentang post

TERBARU

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

UNAIR dan UNG Perkuat Kerja Sama Akademik

El Niño Belum Mencapai Puncak, Cuaca Panas Ekstrem Berbulan-bulan

Badai Tropis Krovanh Berada Sangat Dekat dengan Pulau Amami Jepang

Typhoon Saudel Traveled Over 7,000 km, Making Landfall Four Times on the Chinese Coast and Once on a Small Japanese Island

Topan Saudel Tempuh Lebih Dari 7.000 km, 4 Kali Mendarat di Pesisir Cina dan 1 di Pulau Kecil Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

Gerhana Bulan Total, Perairan Teluk Manado Terlihat Tenang

Topan Hinnamnor: Kesadaran Publik di Korea Selatan dan Persiapan Meminimalkan Korban

Topan Bualoi Melintasi Laut Cina Selatan Mengarah ke Vietnam

Siklon Tropis Grant Berada di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Organisasi Alumni Jembatan Bagi Perguruan Tinggi

Pendidikan Profesi Guru UNG Persiapan Ujian Kinerja

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.