Mattie mengatakan sejumlah pencapaian dalam ekspedisi, antara lain, 136 kali penyelaman dengan kapal selam dan wahana kendali jarak jauh (ROV), dan berhasil mengambil lebih dari 600 sampel dari laut dalam.
Kemudian, melakukan 140 jam survei udara menggunakan helikopter, serta pemetaan dasar laut seluas 27.000 km² yang baru pertama kali didokumentasikan untuk sains dan konservasi.
Bahkan untuk OceanX, ”angka 136 penyelaman ini sangat tinggi,” kami tidak bisa melakukannya tanpa keterlibatan para peneliti Indonesia yang berani ikut hingga ”kedalaman 1.000 meter, banyak di antaranya untuk pertama kali dalam hidupnya,” ujar Mattie.
Tujuan utama kolaborasi ini, menurut Mattie, mendukung laut sekaligus mendukung penelitian dan penceritaan ilmiah.
“Kami semua di sini karena mencintai laut. Di OceanX, kami percaya mendukung laut berarti juga mendukung penelitian dan berbagi cerita melalui platform kami,” ujarnya.
Salah satu tim, peneliti ahli madya BRIN, Eghbert Elvan Ampou, juga membagikan sebagian pengalaman dan informasi khususnya habitat terumbu karang di Pulau Bangka dan Talise dengan menggunakan Kapal Riset canggih Oceanx.

Pada tanggal 10-24 Agustus 2024, penulis mendapat kesempatan untuk mengikuti Pelayaran Mission Indonesia 2024 Leg 5 dengan Kapal Riset (Research Vessel) RV. Oceanxplorer di perairan Sulawesi Utara, tulis Eghbert, dalam tulisan ”Ekspedisi Oceanx Leg 5, Habitat Terumbu Karang di Pulau Bangka dan Talise” (Darilaut.id, 15 Agustus 2025).




