Tim FKH Unair bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengungkap penyebab terdampar dan kematian 52 ekor paus pilot.
Wakil Dekan FKH Unair Dr Mustofa Helmi Effendi, mengatakan tim Unair bertugas menyampaikan hasil investigasi berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Bukti ilmiah ini melalui Forensik Patologi untuk bisa menjawab apa yang terjadi pada mamalia terdampar.
“Kami akan berikan hasil investigasi kami ke KKP. Dengan terkuaknya persoalan ini, kami berharap akan memberikan masukan bagi KKP dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan mamalia laut ke depan,” ujar Helmi.
Pada September 2020, lebih dari 450 paus pilot terdampar di Tasmania, Australia. Dalam siaran pers Department of Primary Industries, Parks, Water and Environment, Rabu (23/9) sebanyak 200 paus pilot ditemukan terdampar di Pelabuhan Macquarie di pantai barat Tasmania.
Manajer regional Tasmania’s Parks and Wildlife Service, Nic Deka, mengatakan hasil survei udara menunjukkan paus pilot yang terdampar tersebut telah mati.





Komentar tentang post