“Kemunculan lumpur pada kedua pulau ini sudah dimulai sebelum terjadinya Gempa bumi Tanimbar,” demikian laporan Pusat Vulkanologi.
Hal ini sudah terlihat pada Google map yang dikeluarkan sejak tahun 2019. Namun kemungkinan semburan lumpur ini kembali keluar pascagempa bumi Tanimbar, karena material yang belum terkompaksi mengalami tekanan dan tersembur keluar.
Menurut Pusat Vulkanologi jika diamati dari foto Google map dan hasil drone tim terlihat adanya perubahan dimensi lumpur pada keduanya. Adapun untuk keakuratan sumber lumpur harus diteliti lebih lanjut dengan memeriksa komposisi mineral yang ada pada lumpur dan korelasi dengan batuan di sekitarnya.
Sebelum tim melakukan survei lapangan, terdapat informasi kemunculan pulau baru atau keluarnya lumpur di daerah Ritabel dan selatan Pulau Kabawa.
Tim kemudian meninjau ke lokasi pulau yang dimaksud yaitu pulau yang berada selatan Pulau Kabawa.
Di lokasi tersebut tim melakukan plotting, serta deskripsi pulau dan asosiasi batuan di sekitarnya. Selanjutnya, mengambil sampel batuan dan lumpur, dan melakukan dokumentasi.
Hasil peninjauan pulau pertama, berupa hamparan batu pasir kasar warna abu-abu kehitaman. Di atasnya tersebar batuan yang berukuran kerikil-bongkah dengan bentuk menyudut sampai menyudut tanggung.





Komentar tentang post