Selan itu, memberikan bantuan teknis, alih teknologi, peningkatan penyadartahuan bahaya merkuri dan memberikan akses seimbang untuk penambang perempuan dan laki-laki.
Rosa mengingatkan bahwa paparan merkuri dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, dan merupakan ancaman khusus bagi perkembangan anak dalam rahim dan awal kehidupan. Penghapusan merkuri secara bertahap dari sektor Pertambangan Emas Skala Kecil merupakan hal yang paling penting.
Sebagaimana diketahui, Pertambangan Emas Skala Kecil menjadi sumber terbesar dari pelepasan merkuri ke alam.
Proyek GOLD-ISMIA merupakan salah satu bentuk implementasi Konvensi Minamata tentang Merkuri di Indonesia yang bertujuan untuk menghapus penggunaan merkuri pada enam lokasi Pertambangan Emas Skala Kecil di Indonesia melalui pemberian bantuan pendanaan dan pembangunan kapasitas komunitas penambang.
Rosa mengatakan hasil capaian GOLD-ISMIA tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dan bermanfaat untuk semua pemangku kepentingan baik bagi pemerintah, komunitas penambang skala kecil dan masyarakat umum, serta digunakan oleh kementerian terkait dalam hal peningkatan kapasitas dan pendampingan untuk mendukung pencapaian zero mercury di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil.
Dalam project GOLD-ISMIA, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang sebelumnya dilaksanakan oleh BPPT memiliki tanggung jawab untuk bekerja dari sisi teknologi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki seperti memberikan metode atau cara-cara pengolahan bijih emas alternatif tanpa merkuri.





Komentar tentang post