Minggu, Mei 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

redaksi
7 September 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Hiu macan tutul (Leopard shark). FOTO: DAVID CLODE/JCU.EDU.AU

Menurut Profesor Simpfendorfer penangkapan ikan yang berlebihan adalah ancaman universal yang mempengaruhi semua 391 spesies yang terancam dan merupakan satu-satunya ancaman bagi lebih dari 67 persen spesies.

“Risiko kepunahan telah meningkat selama abad terakhir dengan pertumbuhan populasi manusia dan intensifikasi terkait penangkapan ikan dan efisiensi teknologi,” katanya.

Profesor Simpfendorfer mengatakan perikanan, dari skala kecil hingga industri skala besar, adalah ancaman utama.

“Hampir semua spesies hiu dan pari diambil secara tidak sengaja oleh perikanan. Tetapi meskipun tangkapannya mungkin tidak disengaja, hiu dan pari sering disimpan untuk makanan dan pakan ternak,” ujarnya.

Penangkapan ikan yang berlebihan, kata Profesor Simpfendorfer, berinteraksi dengan ancaman lain untuk menghasilkan sebagian besar bahaya yang ada.

Terutama pembangunan pesisir (25,8%) dan pertanian/akuakultur (9,5%), efek perubahan iklim (10,2%), dan polusi (6,9%) dengan spesies terancam secara tidak proporsional di perairan pantai tropis dan subtropis.

Profesor Simpfendorfer mengatakan pembatasan berbasis ilmu pengetahuan tentang penangkapan ikan, kawasan perlindungan laut yang efektif, dan pendekatan yang mengurangi atau menghilangkan kepunahan karena penangkapan ikan, sangat dibutuhkan.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: AustraliaDiambang KepunahanHiuHiu dan PariIUCNJames Cook UniversityKongres Konservasi Dunia IUCNSharks and Rays
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Sepertiga Spesies Hiu dan Pari di Dunia Menuju Krisis Kepunahan

Next Post

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Postingan Terkait

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

17 Mei 2026
49 Mahasiswa Profesi Ners UNG Berikan Layanan Kesehatan

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

16 Mei 2026

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Next Post
Riwayat Nelayan Penangkap Ikan Tuna yang Beralih Dari BBM ke Gas

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Komentar tentang post

TERBARU

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemerintah Diminta Mengusut Awak Kapal Perikanan Indonesia yang Meninggal di Pakistan

Resmi di KKP, Menteri Susi Ingin Segera Melayarkan Kapal Silver Sea 2

Tsunami Selat Sunda, BNPB: 20 Orang Tewas, 165 Luka-luka

270 Paus Pilot Terdampar di Pantai Barat Tasmania

Banjir di China Menewaskan 33 Orang, 376.000 Dievakuasi

Internalisasi Nilai Langga Dalam Karakter Akuntansi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.