Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

redaksi
7 September 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Hiu macan tutul (Leopard shark). FOTO: DAVID CLODE/JCU.EDU.AU

Menurut Profesor Simpfendorfer penangkapan ikan yang berlebihan adalah ancaman universal yang mempengaruhi semua 391 spesies yang terancam dan merupakan satu-satunya ancaman bagi lebih dari 67 persen spesies.

“Risiko kepunahan telah meningkat selama abad terakhir dengan pertumbuhan populasi manusia dan intensifikasi terkait penangkapan ikan dan efisiensi teknologi,” katanya.

Profesor Simpfendorfer mengatakan perikanan, dari skala kecil hingga industri skala besar, adalah ancaman utama.

“Hampir semua spesies hiu dan pari diambil secara tidak sengaja oleh perikanan. Tetapi meskipun tangkapannya mungkin tidak disengaja, hiu dan pari sering disimpan untuk makanan dan pakan ternak,” ujarnya.

Penangkapan ikan yang berlebihan, kata Profesor Simpfendorfer, berinteraksi dengan ancaman lain untuk menghasilkan sebagian besar bahaya yang ada.

Terutama pembangunan pesisir (25,8%) dan pertanian/akuakultur (9,5%), efek perubahan iklim (10,2%), dan polusi (6,9%) dengan spesies terancam secara tidak proporsional di perairan pantai tropis dan subtropis.

Profesor Simpfendorfer mengatakan pembatasan berbasis ilmu pengetahuan tentang penangkapan ikan, kawasan perlindungan laut yang efektif, dan pendekatan yang mengurangi atau menghilangkan kepunahan karena penangkapan ikan, sangat dibutuhkan.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: AustraliaDiambang KepunahanHiuHiu dan PariIUCNJames Cook UniversityKongres Konservasi Dunia IUCNSharks and Rays
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Sepertiga Spesies Hiu dan Pari di Dunia Menuju Krisis Kepunahan

Next Post

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Postingan Terkait

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

5 September 2026
Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

4 September 2026

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

Next Post
Riwayat Nelayan Penangkap Ikan Tuna yang Beralih Dari BBM ke Gas

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Komentar tentang post

TERBARU

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

AmsiNews

REKOMENDASI

Spesies Hiu Baru, Hilang Sebelum Ditemukan

Badai Tropis Jelawat Mendarat di Filipina

New York Times Menggugat OpenAI dan Microsoft Karena Pelanggaran Hak Cipta

Pesan Marten Taha di Akhir Masa Jabatan Sebagai Wali Kota Gorontalo

Rehabilitasi Mangrove Kritis

Ini Kekhasan Hidup Ikan Sidat, Katadromus dan Anadromus

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.