Kedua, masalah ketenagakerjaan, yaitu 80% profesi petani didominasi oleh orang tua, sementara pelibatan kaum perempuan, kaum muda, disabilitas, dan masyarakat adat masih kurang.
Ketiga, masalah mata rantai produksi yang kerap menjerat para petani. Produksi pertanian sering terganggu akibat adanya sistem mata rantai yang merugikan petani.
Guna mengatasi permasalahan tersebut Alie memberikan solusi dengan menciptakan atau membangun Desa Tani berkelanjutan.
“Kita perlu mendorongnya secara berkelanjutan, misalnya perlu kebijakan strategis persoalan pangan, program pro petani, penciptaan lahan baru, serta peningkatan kualitas dan tata kelola lahan,” katanya.
“Solusi selanjutnya adalah Desa Tani berbasis komoditas, yaitu penguatan ketenagakerjaan, adopsi dan adaptasi teknologi, serta komoditas pertanian terpadu.”
“Lalu mitigasi dan respon kegagalan, serta solusi selanjutnya pengutan produksi hulu dan hilir pertanian.”
Merancang bangun Desa Tani, berarti memulihkan kembali kondisi pertanian untuk menjadi lebih baik dan mampu mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri.
Dibutuhkan dukungan pemerintah, guna mewujudkan Desa Tani yang mampu memberikan solusi, atas permasalahan yang selama ini dihadapi oleh para petani.
Negeri ini memiliki karakter kuat sebagai negeri agraris, maka desa tani menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan negara ini.





Komentar tentang post