“Indonesia percaya bahwa masa depan bergantung pada laut, oleh karena itu kita perlu memperkuat kemitraan dan kolaborasi untuk dapat mengatasi semua ancaman maritim. Indonesia akan terus mendukung pekerjaan IMO dalam meningkatkan implementasi standar dan pedoman konvensi-konvensi IMO dan memastikan keseimbangan antara kebutuhan untuk pembangunan ekonomi, fasilitasi perdagangan internasional dan keselamatan, keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim,” ujarnya.
Tahun ini, Indonesia telah melakukan serangkaian kegiatan dalam upaya meraih dukungan dari negara-negara anggota, antara lain dengan menggelar resepsi diplomatik, working luncheon, mengunjungi kantor-kantor perwakilan negara-negara anggota IMO yang ada di Jakarta, dan melakukan kampanye pada saat siding IMO di Markas Besar IMO, di London Inggris.
Keuntungan menjadi anggota Dewan IMO kategori C adalah Indonesia bisa menyuarakan kepentingan pemerintah Indonesia dalam percaturan pelayaran internasional serta akan memberi manfaat positif bagi Indonesia yaitu makin mendapat pengakuan dunia sebagai negara maritim yang besar, sehingga berdampak pada aspek politik dan citra Indonesia di forum internasional.
Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak 1961. Selama ini, Indonesia berperan aktif sebagai anggota Dewan IMO dari 1973 hingga 1979 dan dari tahun 1983 hingga kini. Pada periode 2018-2019, Indonesia masuk dalam Anggota Dewan IMO Kategori C yang merupakan perwakilan dari negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis. Negara yang masuk adalah Singapura, Turki, Cyprus, Malta, Moroko, Mesir, Meksiko, Malaysia, Peru, Belgia, Cile, Filipina, Denmark, Afrika Selatan, Jamaika, Kenya, Thailand, Liberia dan Bahama.





Komentar tentang post