Terdapat tiga tahapan roadmap dalam kerja sama ini, yaitu kapasitas 100 kW untuk skala demo/eksprerimen, 1 MW untuk Pilot Plant dan 10 MW untuk Komersial. Universitas Saga mengembangkan teknologi hybrid untuk pengembangan OTEC.
Produk teknologi OTEC Hybrid ini seperti fresh drinking water, fish resources recovery (TAKUMI in Yokohama) yang dapat membangkitkan listrik.
Badan Litbang ESDM, sejak tahun 2012, melalui Pusat Penelitian dan pengembangan Geologi Kelautan telah melakukan beberapa survei untuk mengidentifikasi potensi OTEC di laut Bali Utara, Selat Lembata, Selat Makassar, Laut Flores dan laut Sulawesi Utara. Survei dengan kapal Riset Geomarin III menunjukkan sejumlah lokasi tersebut memiliki potensi energi hingga 41 GW.
Potensi terbesar berada di Laut Flores yang membentang dari perairan Bali Utara hingga Bima Utara. Hasil pemetaan energi laut telah diluncurkan pada tahun 2014.
OTEC adalah metode untuk menghasilkan energi listrik dengan menggunakan perbedaan temperatur di antara laut dalam dan perairan dekat permukaan untuk menjalankan mesin kalor. Efisiensi dan energi terbesar dihasilkan oleh perbedaan temperatur yang paling besar.
Perbedaan temperatur antara laut dalam dan perairan permukaan umumnya semakin besar jika semakin dekat ke ekuator. Pada awalnya, tantangan perancangan OTEC adalah menghasilkan energi yang secara efisien dengan perbedaan temperatur yang sekecil-kecilnya.*





Komentar tentang post