Duta Besar Jerman untuk Filipina Anke Reiffenstuel, juga mengatakan bahwa arbitrase 2016 adalah “final dan mengikat secara hukum.”
Setelah pemerintah Filipina mengajukan protes diplomatik dan memanggil Duta Besar Cina di Manila, Kementerian Luar Negeri Cina (MOFA) pada 14 Februari mengatakan kedua belah pihak telah berkomunikasi tentang masalah tersebut melalui “saluran komunikasi terkait maritim yang ada antara kementerian luar negeri.”
Presiden Filipina
Mengutip Nippon Hoso Kyokai (NHK) Presiden Filipina Marcos menyampaikan “keprihatinan serius” atas dugaan penggunaan laser oleh Cina di Laut Cina Selatan.
Marcos menyampaikan keprihatinannya “atas meningkatnya frekuensi dan intensitas tindakan oleh Cina” kepada duta besar.
Pada hari Senin, Penjaga Pantai Filipina mengatakan sebuah kapal Penjaga Pantai Cina telah mengarahkan laser tingkat militer ke salah satu kapalnya di dekat beting Kepulauan Spratly pada 6 Februari. Wilayah tersebut berada di zona ekonomi eksklusif Filipina.
Manila sejak itu memprotes dan telah merilis rekaman yang menunjukkan kapal Cina mengarahkan laser ke kapal Filipina. Namun Cina membantah tudingan tersebut.
Sumber: Philippine News Agency (Pna.gov.ph) dan Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp)





Komentar tentang post