Selanjutnya, 21 peserta workshop meninjau Pelabuhan Benoa di Bali. Tujuan kunjungan ini untuk melihat prosedur keamanan kapal perikanan dan jaring ikan yang digunakan.
Di awal kunjungan, rombongan diterima oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa-Bali Agustinus Maun. Kepada peserta, dijelaskan berbagai hal seputar standar perizinan kapal, operasional pelabuhan dan navigasi keselamatan pelayaran.
Kunjungan tersebut dilanjutkan ke sektor barat yang merupakan lokasi bersandarnya kapal-kapal perikanan. Para peserta diberikan kesempatan untuk melihat proses loading ikan tangkapan nelayan dari kapal ke mobil pengangkut.
Masih lokasi yang sama, peserta diajak melihat kondisi salah satu kapal nelayan yang sedang menunggu terbitnya buku pelaut.
Saat kunjungan lapangan, Ingrid prihatin dengan peralatan keselamatan yang seharusnya tersedia bagi anak buah kapal perikanan.
“Saya mengkhawatirkan keselamatan anak buah kapal karena tadi saya tidak lihat ada pelampung dan sekoci penyelamat,” ujar Ingrid.
Ingrid berharap pemerintah Indonesia dapat lebih tegas menerapkan aturan tentang standar keamanan dan keselamatan kapal perikanan.
Di sisi lain, Inggrid mengapresiasi alat tangkap berupa gill net (jaring insang) yang telah dikelola dengan baik di dalam kapal nelayan tersebut.





Komentar tentang post