Jakarta – Asisten Deputi Bidang Keamanan dan Ketahanan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Basilio Araujo mengatakan, penting untuk segera mengatasi Jaring Hantu (Ghost Fishing) karena bisa mengancam kelangsungan hidup dan merusak ekosistem laut.
Selain itu, menurut Basilio, jaring hantu mengancam keamanan pelayaran jika jaring ikan ini terkena pada baling-baling kapal.
Karena itu, pemerintah mendorong semua pihak, seperti industri perikanan untuk segera mengambil langkah mengatasi alat tangkap ikan yang ditelantarkan, hilang atau dibuang di laut.
Terkait dengan jaring hantu tersebut, Kamis (11/7), pemerintah Indonesia, Food and Agriculture Organization (FAO), serta negara peserta Workshop on the Best Practices to Prevent and Reduce Abandoned Lost or Otherwise Discarded Fishing Gear (ALDFG) telah menghasilkan sejumlah rekomendasi.
Ketua Global Ghost Gear Initiative (GGGI) Ingrid Giskes mengatakan, pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintah, swasta dan LSM global untuk menangani permasalahan ALDFG karena isu tersebut merupakan permasalahan bersama.
GGGI adalah aliansi internasional lintas pemangku kepentingan yang terdiri dari kalangan industri perikanan, sektor swasta, pemerintah, perusahaan, LSM, akademisi di seluruh dunia. Aliansi ini berfokus pada penyelesaian masalah ALDFG di dunia.





Komentar tentang post