Dana tambahan dari United Nations Central Emergency Response Fund (CERF) ini akan ditujukan untuk mengatasi beberapa kebutuhan paling mendesak dari ratusan ribu orang yang terkena dampak gempa bumi.
Gempa terjadi saat kondisi kemanusiaan di Suriah memburuk. Kebutuhan berada pada tingkat tertinggi sejak konflik dimulai, di tengah sumber daya yang menipis, wabah kolera, dan kondisi musim dingin yang keras.
“Kami menanggapi secepat mungkin untuk membantu rakyat Suriah, yang telah melalui banyak hal,” kata Griffiths.
“Kami menghargai dukungan luar biasa dari seluruh dunia untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan.”
Hibah tambahan mengikuti $25 juta yang dirilis awal pekan ini sebagai upaya respon cepat di wilayah tersebut. Jumlah total bantuan yang dikeluarkan untuk operasi tanggap darurat di wilayah tersebut menjadi $50 juta hanya dalam beberapa hari.
KBRI Damaskus
Untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) setelah gempa di Suriah, Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus telah mengirimkan tim ke 4 wilayah terdampak, yakni Hama, Homs, Latakia, dan Aleppo.
Keselamatan WNI menjadi prioritas dan perhatian utama KBRI, kata Kementerian Luar Negeri RI.
Hingga Kamis (9/2), belum tercatat adanya WNI yang menjadi korban. Sementara itu, 3 orang PMI yang berada di Shelter KBRI Damaskus di Aleppo juga dalam kondisi baik.





Komentar tentang post