ITS akan memproduksi 2 (dua) buah kapal yang akan ditempatkan di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur serta Pulau Bunaken Manado guna mendukung sektor pariwisata. Ke depan Menhub mengajak pihak swasta turut berinvestasi membangun kapal-kapal pariwisata.
Proses pembuatan kapal direncanakan akan memakan waktu total 6 bulan. Dengan tahapan, studi kelayakan 1 bulan, desain dasar atau DED (Detailed Engineering Design) 2 bulan, serta tahap produksi selama 3 bulan.
“Kami minta tahap DED selesai sebelum bulan Oktober, sehingga kita harapkan sebelum lebaran tahun depan kedua kapal ini sudah selesai. Kedepannya, bukan pemerintah lagi yang invest, melainkan pihak swasta,” katanya.
Kapal pariwisata ini akan dibuat dengan metodologi desain spiral, berukuran 80 GT yang akan dapat menampung sebanyak 60 penumpang serta 4 orang anak buah kapal dengan kecepatan maksimal 12 knot.
Kapal yang akan ditempatkan di Pulau Bunaken akan melayani sebanyak 3 trip dalam sehari. Untuk Kapal yang ditempatkan di Labuan Bajo akan melayani sebanyak 4 trip dalam sehari dengan waktu yang dibutuhkan tiap trip yaitu 2 jam.
Dalam kegiatan ini Menhub didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purnomo, serta Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Mochamad Ashari.*





Komentar tentang post