Di tingkat domestik, kerja sama hulu dan hilir akan terus ditingkatkan, antara lain melalui Rencana Aksi Nasional dalam rangka implementasi Global Compact for Migration dan kampanye penyadaran publik mengenai migrasi aman.
Selanjutnya, menurut Menlu, pengembangan ekosistem pengguna aplikasi Safe Travel, melalui kerja sama dengan berbagai lembaga penyelenggara perjalanan WNI ke luar negeri; dan memperkuat kebijakan satu data, dimana database WNI di luar negeri yang lebih akurat melalui Portal Peduli WNI akan terintegrasi dengan sistem database nasional.
“Sekali lagi, penguatan kehadiran negara dalam pelindungan WNI akan terus dilakukan di semua lini,” kata Retno.
Menlu juga menekankan pentingnya bagi Indonesia-Malaysia-Filipina untuk kerja sama trilateral, penjagaan keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya.
Di kawasan Pasifik, pada 2019, Indonesia juga telah telah memulai perundingan dengan Fiji. Ini perundingan pertama untuk kawasan Pasifik Selatan.
Menurut Retno, di kawasan Pasifik, perluasan kerja sama baik ekonomi maupun pembangunan akan terus dipertebal. Antara lain melalui peluncuran Platfrom Kemitraan Pembangunan dengan Pasifik.
Hal ini guna mengatasi tantangan pembangunan seperti perubahan iklim, bencana alam dan pencapaian SDGs, penunjukan Duta Besar Keliling untuk Kawasan Pasifik dan menjadi tuan rumah 1st Leaders Meeting Archipelagic and Island States (AIS) Forum pada Nopember 2020.*





Komentar tentang post