Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan dari pelelangan kapal terlalu kecil, tidak sepadan dengan kerugian ekonomi dan risiko keselamatan petugas patroli dan kebanggaan sebagai bangsa yang berdaulat. Untuk itu, kapal ikan asing yang ditangkap, dirampas negara untuk dimusnahkan.
Secara hitungan ekonomi mereka masih untung dibandingkan dengan PNBP dari hasil lelang. “Karena itu, banyak kita temukan kapal residivis yang tertangkap kembali,” kata Susi.
Susi menyampaikan tidak pernah setuju dengan kebijakan lelang untuk kapal ikan asing. Dengan banyak sekali kejar mengejar dan mereka mencoba intimidasi dan tabrak kapal.
“Itu tidak worth it kalau kapal-kapal itu kita lelang sekadar untuk mendapatkan PNBP. Ini akan mengurangi ketegasan dan tekad kuat kita di mata para pelaku IUU Fishing,” ujar Susi.
Selain itu, menurut Susi, KKP akan meneruskan sikap tegas untuk memperkuat deterrent effect (efek jera) kita. Yang perlu dilakukan saat ini adalah ketegasan dan soliditas sesama aparat penegakan hukum di laut. KKP akan terus melakukan patroli intensif.
Susi mengatakan, sudah berbicara dengan Panglima TNI akan melakukan latihan dan patroli gabungan secara bersama untuk seluruh aparat penegak hukum di laut khususnya untuk pengamanan di laut Natuna.





Komentar tentang post